Konsistensi Pelaku UMKM di Tengah Persaingan Bisnis

  • 19 Agt 2025 12:38 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, jajanan tradisional tetap punya tempat di hati masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Novi Anggraeni, pelaku UMKM yang sukses mengembangkan usaha seblak dan cilok rumahan dari Warung Kedai Ajaa miliknya.

Dalam dialog bersama RRI Nunukan, Novi bercerita bahwa ia memulai usahanya sejak 2024 dengan memanfaatkan lahan kecil dan sederhana di depan rumah yang disulap menjadi sebuah Warung jajanan sederhana. Menu yang ia tawarkan berupa seblak kuah pedas dengan berbagai toping dan cilok.

Saat ini, berkat inovasi rasa serta strategi pemasaran lewat media sosial, usahanya kini dikenal luas dan memiliki pelanggan tetap.

“Sasaran kami adalah untuk anak-anak muda di Nunukan. Karena kami melihat untuk seblak, cilok dan dimsum ini banyak dicari penggemarnya yaitu dari anak-anak muda. Tapi setelah sering-sering upload di Instagram dan TikTok, alhamdulillah pesanan makin banyak.” ujar Novi, Senin (18/8/2025).

Dalam sehari, Novi bisa menjual hingga 200 porsi seblak dan dimsum. Dengan harga yang terjangkau, sebesar Rp15.000 per porsi, membuat jajanan ini digemari berbagai kalangan. Selain itu, jajanan di Warung Kedai Ajaa juga dikenal hingga keluar pulau Nunukan, seperti Tawau.

Meski demikian, usaha Novi ini tidak lepas dari tantangan seperti menjaga konsistensi rasa dan pelayanan sehingga usaha gigih dan konsisten harus terus dilakukan agar produk usaha yang dijalankan dapat dikenal oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....