Fashion Show Batik Lulantatibu Tampilkan Inovasi Baru
- 22 Mei 2025 11:13 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Lomba fashion show Batik Lulantatibu menarik perhatian pada malam pembukaan Wedding Market Festival 2025 di Gedung Olahraga (GOR) Dwikora, Kabupaten Nunukan, Rabu (21/5/2025). Para peserta menampilkan beragam busana khas daerah yang dikemas dengan sentuhan modern dan inovatif.
Fashion show ini menampilkan karya-karya dengan desain kreatif yang memadukan motif lokal dengan tren kekinian. Inovasi yang ditampilkan mencerminkan semangat baru dalam mengembangkan batik khas Nunukan.
Tuti Yuliati, juri dalam perlombaan tersebut, mengatakan penilaian tidak hanya berdasarkan tampilan busana. Aspek kreativitas, kesesuaian tema, tata rias, aksesori, dan cara tampil peserta juga menjadi bagian penting dalam lomba tersebut.
Ia menyebut unsur penilaian meliputi kategori beauty, elegant, glamour, atraktif, trendy, dan iconic costume. Hal ini menjadi dorongan bagi peserta untuk terus menciptakan tampilan yang berkelas dan berbeda.
“Kategori yang dilombakan meliputi anak-anak, remaja, dan dewasa, baik putra maupun putri. Semua tampil percaya diri dengan karya terbaik masing-masing,” ujar Tuti.
Menurutnya, kualitas para peserta tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Peserta tidak hanya berani bereksperimen dengan desain, tetapi juga mampu mempresentasikannya secara maksimal di atas panggung.
“Saya melihat peningkatan besar dalam hal kreativitas dan inovasi dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka tampil sangat percaya diri dengan konsep busana yang matang,” tambahnya.
Tuti juga mengapresiasi keberanian peserta mengembangkan motif Batik Lulantatibu agar lebih relevan dengan selera masa kini. Motif-motif tradisional yang dipadukan dengan model kontemporer menjadi ciri khas yang menonjol dalam pergelaran ini.
“Batik Lulantatibu tampil sangat menarik, tidak hanya unik tapi juga mengikuti tren mode saat ini. Ini bukti bahwa batik lokal kita mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Fashion show ini tidak hanya menjadi hiburan dalam festival, tetapi juga ruang apresiasi terhadap karya lokal. Inovasi yang ditampilkan para peserta membuktikan bahwa batik daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan. (MM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....