Durian Premium Selisun Telah dikembangkan di Samarinda
- 27 Jul 2026 23:42 WIB
- Nunukan
RRI. CO. ID Nunukan: Peta peredaran buah durian di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini mulai mengalami pergeseran. Jika selama ini masyarakat Nunukan harus menyeberang ke Pulau Sebatik untuk berburu durian, kini hasil panen lokal dari daratan Pulau Nunukan sudah mampu mendominasi dan memenuhi kebutuhan pasar domestik secara mandiri.
Fenomena ini diungkapkan oleh Rahman, pemerhati petani durian lokal yang telah membudidayakan komoditas ini selama lebih dari 10 tahun. Menurutnya, ledakan panen raya tahun 2026 ini sudah dimulai sejak Mei lalu, memasuki puncaknya pada Juli, dan diprediksi akan terus berlangsung hingga September 2026 mendatang.
"Sebenarnya awalnya kalau musim durian kita biasanya lebih mengenal Sebatik. Warga Nunukan ramai-ramai menyeberang ke sana. Tetapi saat ini buah musim durian sudah merata sampai di Nunukan," ungkap Rahman, Selasa (28/07/2026). Bahkan, saat ini durian asal Sebatik terpantau hanya sedikit yang masuk dan dijual di wilayah Nunukan karena produksi lokal yang sudah melimpah.
Nunukan sejatinya memiliki varietas durian premium lokal yang sangat legendaris bernama Durian Selisun, yang awalnya dimiliki oleh warga setempat bernama Ahmad Amir. Kualitas durian khas ini disebut sepusat oleh Rahman dengan varietas top global dan nasional lainnya.
"Kalau di Kalimantan Selatan yang terkenal Durian Mantuala, Malaysia punya Musang King, Sumatra ada Super Tembaga, dan Jawa terkenal dengan Duri Hitam. Nah, sedangkan di Nunukan, kita punya Durian Selisun. Ini semua masuk kategori durian premium," jelas Rahman.
Karakteristik durian premium seperti Selisun ini memiliki ciri visual warna daging yang kuning pekat, bertekstur legit, dengan sensasi rasa manis yang berujung pahit di ujung lidah. Karena keunggulannya, durian Selisun lokal Nunukan kini bahkan telah dilirik dan dikembangkan secara resmi melalui teknik okulasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di penangkaran RM Garden, Samarinda, dan dilaporkan sudah mulai menghasilkan buah.
Selain Selisun, sejumlah varietas unggulan lain seperti Musang King, Tembaga, dan Montong juga sudah mulai banyak dikembangkan oleh warga di daratan Nunukan. Namun, Rahman menyebut serapan varietas premium ini masih terbentur segmentasi pasar. "Daya beli masyarakat juga terbatas karena lingkupnya juga hanya pulau Nunukan," ujarnya. MM
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....