Petani Durian Nunukan Masih Minim Edukasi

  • 27 Jul 2026 23:27 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Melimpahnya produksi buah durian di daratan Kabupaten Nunukan pada musim panen raya tahun 2026 ini ternyata belum dibarengi dengan teknik budidaya yang profesional. Mayoritas petani lokal dinilai masih mengandalkan sistem coba-coba tanpa perawatan standar yang berkelanjutan.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Rahman, pemerhati petani durian lokal lulusan Fakultas Pertanian. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, banyak warga Nunukan yang menanam durian hanya karena ikut-ikutan tren, tanpa dibekali pemahaman mendalam tentang perawatan pohon.

Rahman membuktikan sendiri bagaimana sentuhan ilmu pertanian mengubah kualitas hasil panennya. Pada musim panen kelimanya tahun ini, ia memilih fokus merawat kebunnya secara intensif memanfaatkan latar belakang keilmuan yang dimilikinya. Perbedaan mencolok ini menjadi bukti bahwa pohon durian membutuhkan intervensi pupuk dan perawatan sejak dini, bukan sekadar dibiarkan tumbuh liar hingga berbuah.

Melihat realita di lapangan, Rahman menyayangkan minimnya pendampingan dari instansi terkait yang membuat potensi durian lokal Nunukan sulit naik kelas. Ia berharap ada langkah untuk mengedukasi para petani tradisional agar bisa mengubah pola pikir dari sekadar menanam menjadi mengelola secara profesional.

"Memang pemahaman petani kita perlu edukasi, dan mereka juga jarang sekali mendapatkan edukasi dari Dinas Pertanian," ujar Rahman, Selasa (28/07/2026) . MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....