BMKG Ungkap Panas Terik Nunukan di Musim Hujan

  • 22 Jan 2026 09:19 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – BMKG menjelaskan penyebab suhu siang hari Nunukan tetap terasa sangat panas. Fenomena ini terjadi meski wilayah tersebut masih berada pada musim hujan Januari.

BMKG mencatat Nunukan masih berada pada periode musim hujan Januari. Kondisi cuaca dipengaruhi perbedaan karakter wilayah di Kabupaten Nunukan. Hal ini disampaikan Kepala Stasiun BMKG Kelas IV Nunukan, William Sinaga.

“Untuk kondisi cuaca di Nunukan, untuk bulan Januari ini memang kita masih berada di periode musim hujan. Nah, ini seperti yang kita ketahui, kabupaten Nunukan cukup luas, nah itu terbagi tiga,” katanya, Kamis (22/01/2026).

Baca Juga: Pendampingan Privat Bendahara SKPD Garap Pajak

BMKG membagi karakter musim berdasarkan wilayah daratan dan kepulauan. Setiap wilayah memiliki pola hujan dan kemarau berbeda. Pulau Nunukan dan Sebatik mengalami dua musim tahunan. Sementara satu wilayah lainnya mengalami hujan sepanjang tahun.

“Untuk Sebatik dan Pulau Nunukan itu mempunyai dua musim, ada musim hujan dan ada musim kemarau. Nah, musim kemarau itu normalnya nanti di dasarian 3 Februari sampai dasarian 2 bulan Maret. Tetapi kalau untuk wilayah tiga, itu memang musim hujan sepanjang tahun,” ujarnya.

Panas terik siang hari dipicu berkurangnya awan di atas Pulau Nunukan. Kondisi ini membuat radiasi matahari langsung ke permukaan.

“Nah, yang kita rasakan belakangan ini memang pada siang hari itu di Pulau Nunukan ya, itu panas matahari terik gitu kan. Memang kalau kita monitor, tutupan awan itu berkurang di siang hari. Sehingga panasnya itu kombinasi terik matahari itu langsung ke permukaan, demikian pak,” ujarnya.

Penulis: Fery Herdiansyah


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....