Umat Islam Diajak Tingkatkan Ibadah Selama Bulan Safar Tiba
- 21 Jul 2026 13:24 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID Nunukan : Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nunukan, Ust. H.Darsan, mengajak umat Islam untuk meluruskan pemahaman mengenai bulan Safar. Ia menegaskan bahwa tidak ada ajaran Islam yang menyebut bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut Ust.H. Darsan, anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan merupakan keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam. Ia menjelaskan, Rasulullah SAW justru membantah keyakinan tersebut, di antaranya melalui berbagai peristiwa penting yang terjadi pada bulan Safar, seperti pernikahan Rasulullah SAW dan putrinya, Fatimah Az-Zahra, yang menunjukkan bahwa bulan tersebut bukanlah waktu yang membawa keburukan.
Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur'an yang menegaskan bahwa setiap musibah maupun nikmat yang dialami manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT. Karena itu, menurutnya, tidak tepat mengaitkan keberuntungan atau kesialan dengan waktu tertentu, termasuk bulan Safar.
Selain itu, Ust.H Darsan juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menolak berbagai bentuk keyakinan terhadap pertanda sial, termasuk anggapan adanya kesialan pada bulan Safar. Ia menilai, keyakinan semacam itu dapat mengurangi kualitas tauhid apabila seseorang lebih mempercayai mitos daripada ketentuan Allah SWT.
Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebajikan, memperkuat keimanan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Menurutnya, waktu akan menjadi penuh keberkahan apabila diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT, bukan ditentukan oleh nama atau urutan bulan dalam kalender Hijriah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....