Arpiah Tegaskan Pendidikan Perbatasan Kunci Lahirkan Generasi Emas
- 30 Mei 2026 13:41 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Komitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan kembali ditegaskan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah. Politisi yang juga pernah mengabdikan diri sebagai guru dan kepala sekolah itu menilai pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul yang akan menentukan masa depan bangsa.
Saat dikonfirmasi RRI, Sabtu (30/5/2026), Arpiah menyampaikan bahwa anak-anak yang saat ini berada di bangku pendidikan merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik agar mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.
Menurutnya, investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan merata tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi salah satu beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Karena itu, kata dia, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan harus menjadi prioritas bersama agar wilayah perbatasan mampu melahirkan generasi yang kompetitif dan memiliki daya saing tinggi.
"Saya mendukung penuh dunia pendidikan karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun negara," kata Arpiah.
Sebagai mantan guru dan kepala sekolah, Arpiah mengaku memahami berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Pengalaman tersebut membuat dirinya memiliki perhatian besar terhadap pemerataan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.
"Pendidikan anak-anak generasi penerus merupakan aset bangsa di masa yang akan datang. Karena itu, seluruh pihak harus memberikan perhatian serius agar mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik," ujarnya.
Menurut Arpiah, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moral, dan akhlak yang baik.
Ia menilai kecerdasan tanpa dibarengi dengan nilai-nilai moral dan etika yang kuat tidak akan mampu menjawab tantangan pembangunan bangsa secara berkelanjutan.
"Kita tidak hanya ingin melahirkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang berakhlak, memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa," katanya.
Arpiah menambahkan, wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi tenaga pendidik, hingga akses pendidikan di sejumlah wilayah yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih.
Meski demikian, ia optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, tenaga pendidik, serta masyarakat.
Sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Nunukan, dirinya berkomitmen terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Menurutnya, penguatan sektor pendidikan harus menjadi agenda strategis karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
Arpiah yang selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai isu lokal, perlindungan perempuan dan anak, serta fungsi pengawasan daerah, menilai pendidikan juga menjadi instrumen penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang baik dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah sekaligus mengurangi berbagai risiko sosial yang dapat menghambat perkembangan mereka.
"Pendidikan yang merata adalah hak seluruh anak bangsa. Jangan sampai ada anak-anak di wilayah perbatasan yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses atau fasilitas pendidikan," tuturnya.
Lebih lanjut, Arpiah berharap pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan di wilayah perbatasan sehingga kualitas layanan pendidikan dapat setara dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dunia pendidikan, baik melalui perhatian terhadap perkembangan anak maupun keterlibatan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, Arpiah meyakini bahwa generasi muda Nunukan memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional apabila diberikan kesempatan dan fasilitas yang memadai.
"Nunukan berada di wilayah yang sangat strategis. Karena itu kita harus mampu melahirkan generasi-generasi emas yang cerdas, berakhlak, berdaya saing, dan siap menjadi kebanggaan daerah maupun bangsa Indonesia," ucapnya.
Dengan semangat membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas, Arpiah berharap masa depan pendidikan di Kabupaten Nunukan semakin maju sehingga mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang menjadi pilar utama pembangunan daerah perbatasan dan Indonesia di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....