Harga Bayam Anjlok, Jagung dan Sawi Melonjak akibat Cuaca
- 20 Mei 2026 01:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID. Nunukan: Harga sejumlah komoditas sayuran lokal di pasar tradisional saat ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Fenomena perubahan harga ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi ketersediaan barang (pasokan) yang tidak stabil di tingkat petani.
Kepala Pasar, Haji Sofyan, menjelaskan bahwa komoditas hortikultura jenis sayuran lokal sangat bergantung pada situasi panen. Menariknya, produk lokal umumnya tetap diminati dan sering kali dihargai lebih tinggi karena faktor kesegarannya jika dibandingkan dengan sayuran yang didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan.
Bayam dan Kangkung Banjir Stok, Harga Anjlok
Dampak dari hasil panen yang berlimpah membuat para petani sayur bayam dan kangkung harus menerima kenyataan. Melimpahnya pasokan di pasaran memicu jatuhnya harga borongan secara drastis. Harga Sebelumnya: Rp10.000 per ikat. Harga Saat Ini: Rp4.000 per ikat
Penurunan yang mencapai lebih dari 50% ini tentu berdampak langsung pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan para petani kedua jenis sayuran tersebut.
Kacang Panjang, Sawi, dan Cabai Rawit Merangkak Naik
Berbanding terbalik dengan bayam dan kangkung, hasil produksi untuk komoditas kacang panjang lokal justru mengalami penurunan. Akibat langkanya barang, harga di pasar melonjak hingga dua kali lipat. Tren kenaikan ini juga diikuti oleh sayuran jenis sawi dan cabai rawit lokal.
• Kacang Panjang: Naik dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 per ikat.
• Sawi: Naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per ikat.
• Cabai Rawit Lokal: Naik dari Rp80.000 menjadi Rp90.000 per kilogram.
Petani Tomat Nikmati Keuntungan
Di sisi lain, harga tomat lokal terpantau masih bertahan di posisi yang stabil dan tinggi, yakni Rp25.000 per kilogram. Kondisi ini memberikan angin segar dan kesempatan bagi para petani tomat lokal untuk meraup keuntungan lebih, setelah sebelumnya harga tomat sempat hancur di angka Rp4.000 per kilogram.
Gagal Panen Akibat Kemarau, Harga Jagung Melejit
Kenaikan harga yang paling menonjol terjadi pada komoditas jagung lokal. Faktor cuaca kemarau panjang memicu terjadinya kekeringan, sehingga banyak tanaman jagung yang mati dan petani mengalami gagal panen.
• Harga Sebelumnya: Rp10.000 untuk tiga tongkol (kisaran Rp3.300 per tongkol)
• Harga Saat Ini: Rp5.000 per tongkol
Fluktuasi harga ini merupakan cerminan dari tantangan yang dihadapi sektor pertanian lokal saat ini, di mana cuaca dan manajemen pola tanam memegang peran kunci dalam stabilitas harga pasar. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....