Perlakuan Buruk Orang Lain ke Kamu

  • 25 Sep 2026 05:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Banyak manusia terlalu cepat menganggap perlakuan buruk orang lain sebagai bukti bahwa dirinya tidak berharga. Sedikit diremehkan Sedikit diabaikan langsung merasa tidak layak dicintai. Padahal para sufi mengingatkan sesuatu yang sangat melegakan, perlakuan buruk manusia sering kali lebih banyak berbicara tentang isi hati mereka sendiri daripada tentang dirimu.

Orang yang hidupnya damai tidak sibuk merendahkan. Orang yang hatinya tenang tidak menikmati menyakiti orang lain. Orang yang penuh cinta tidak merasa perlu menjatuhkan siapa pun untuk merasa lebih tinggi.

Baca Juga: Kita Tidak Bisa Menghindari Rasa Kecewa Terhadap Manusia

Maka ketika seseorang memperlakukanmu dengan kasar, meremehkanmu, atau melukaimu tanpa alasan yang jelas, sering kali itu adalah pantulan dari luka, iri, ego, atau kekacauan di dalam dirinya sendiri.

Masalahnya, kita terlalu sering memasukkan semua perlakuan manusia ke dalam hati. Kita langsung berpikir ada yang salah dengan diri kita. Padahal belum tentu. Kadang kamu hanya sedang berhadapan dengan seseorang yang belum selesai dengan dirinya sendiri.

Para sufi memahami bahwa hati manusia akan sangat lelah jika terus menjadikan sikap orang lain sebagai ukuran nilai dirinya. Karena manusia berubah-ubah. Hari ini mereka baik, besok mereka jahat ,bahkan bengis. Hari ini mereka menghargai, besok mereka melukai. Jika ketenanganmu bergantung pada itu semua, maka hidupmu akan terus naik turun mengikuti emosi manusia lain.

Karena itu para sufi melatih diri untuk tidak terlalu personal terhadap semua perlakuan manusia. Bukan berarti menjadi dingin atau tidak punya perasaan. Tetapi mereka sadar, tidak semua hal harus dimasukkan ke dalam hati. Kadang seseorang berbicara kasar karena hidupnya sendiri penuh tekanan. Kadang seseorang menyakiti karena ia tidak tahu cara menyembuhkan dirinya sendiri.

Yang paling penting, mereka tidak membiarkan perilaku buruk manusia mengubah kebersihan hatinya sendiri. Mereka tidak ingin ikut menjadi pahit hanya karena pernah diperlakukan pahit. Sebab ketika kamu membiarkan luka orang lain masuk dan menetap di dalam dirimu, kamu sedang memberi mereka kuasa terlalu besar atas jiwamu.

Engkau cukup diam, tenang Redho dan biarkan hukum Allah dan semesta yang bekerja. Karena yang paling kuasa untuk menghukum bukanlah kita ...karena kita hanyalah hamba yang di perjalankan dalam ketentuan takdirnya.

(Sumber: Muhabatullah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....