Seorang Apoteker Portugis Menulis Catatan Rahasia tentang Nusantara

  • 06 Agt 2026 06:04 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Namanya Tome Pires, seorang apoteker asal Lisbon yang pernah melayani putra Raja John II dari Portugal. Pada 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis.

Setahun kemudian, Pires dikirim ke sana bukan sebagai prajurit, melainkan sebagai pencatat, ditugaskan mengamati dan melaporkan segala hal tentang dunia dagang di Timur.

Selama tinggal di Malaka antara 1512 dan 1515, Tome Pires menulis catatan yang kelak dikenal sebagai Suma Oriental, sebuah ikhtisar wilayah timur dari Laut Merah hingga negeri Cina.

Baca Juga: Apakah Bangsa Mongol Toleran dalam Agama?

Tome Pires mewawancarai pedagang, mengunjungi pelabuhan, dan mencatat lebih dari seratus kerajaan serta kota dagang yang dilewatinya satu demi satu. Salah satu catatan Pires paling terkenal adalah kalimatnya tentang Malaka, bahwa siapa pun yang menguasainya seolah memegang leher Venesia.

Ia melihat bahwa jalur rempah dari Nusantara menentukan hidup matinya kota-kota dagang Eropa, jauh sebelum orang menyebutnya sebagai jalur perdagangan dunia atau ekonomi global.

Di luar dagang, Pires juga menulis tentang penyebaran Islam di Nusantara. Ia mencatat raja-raja di sepanjang pesisir Sumatra, dari Aceh hingga Palembang, telah memeluk Islam melalui jalur perkawinan dan perdagangan.

Tome Pires juga menyebut Sunda Kelapa sebagai pelabuhan ramai, serta memuji kesuburan tanah Jawa yang menghasilkan surplus padi. Ironisnya, laporan ini tidak pernah diterbitkan, karena memang ditujukan sebagai dokumen rahasia untuk Raja Manuel dari Portugal. Setelah dikirim sebagai duta ke Cina, Pires ditahan di sana hingga akhir hidupnya.

Naskahnya baru ditemukan kembali di Paris pada 1944, setelah hilang dan terlupakan hampir empat abad lamanya. (Sumber: Filsufsejati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....