Chantika Bawa Semangat Perbatasan menuju Duta Batik Indonesia
- 31 Jul 2026 21:25 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Semangat generasi muda dari wilayah perbatasan kembali mengharumkan nama Kabupaten Nunukan di tingkat nasional. Putri asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Chantika Septya, salah satu peserta Pemilihan Duta Batik Indonesia 2026 Kategori Remaja.
Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa anak-anak perbatasan memiliki potensi besar untuk bersaing, berprestasi, sekaligus menjadi duta pelestari budaya Indonesia. Bagi Chantika, ajang Duta Batik Indonesia bukan sekadar kompetisi kecantikan atau pencarian gelar.
Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi wadah untuk mengampanyekan kecintaan terhadap batik sebagai identitas bangsa serta memperkenalkan potensi daerah perbatasan kepada masyarakat Indonesia.
"Saya mengikuti Duta Batik Indonesia karena ingin membuktikan bahwa anak-anak perbatasan juga mampu bersaing di tingkat nasional. Saya ingin membawa nama Nunukan dan Kalimantan Utara agar semakin dikenal, sekaligus mengajak generasi muda untuk bangga mencintai budaya Indonesia," ujar Chantika, Jumat (31/7/2026).
Ia mengaku perjalanan menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Berbagai persiapan dilakukan mulai dari memperdalam wawasan tentang sejarah dan filosofi batik, meningkatkan kemampuan public speaking, hingga membangun rasa percaya diri sebagai representasi generasi muda dari wilayah perbatasan.
Menurutnya, batik bukan hanya kain bermotif, tetapi memiliki nilai sejarah, filosofi, dan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh seluruh generasi muda.
"Batik bukan hanya pakaian yang dikenakan saat acara resmi. Batik adalah identitas bangsa. Ketika kita memakai batik, kita sedang menunjukkan rasa bangga sebagai orang Indonesia. Kalau bukan generasi muda yang melestarikannya, siapa lagi," katanya.
Chantika juga berharap keikutsertaannya mampu memotivasi anak-anak di Kabupaten Nunukan agar tidak pernah merasa minder hanya karena tinggal di wilayah perbatasan.
"Saya ingin menyampaikan kepada adik-adik di Nunukan bahwa jangan pernah takut bermimpi besar. Tempat lahir tidak menentukan masa depan kita. Yang menentukan adalah kemauan belajar, kerja keras, disiplin, dan doa. Anak perbatasan juga bisa berdiri di panggung nasional bahkan internasasional," ungkapnya.
Ia menilai Nunukan memiliki kekayaan budaya, keberagaman suku, serta semangat persatuan yang menjadi modal besar untuk terus berkembang. Karena itu, ia ingin memperkenalkan wajah positif Kabupaten Nunukan kepada masyarakat Indonesia melalui ajang Duta Batik Indonesia.
Apabila dipercaya meraih gelar Duta Batik Indonesia 2026, Chantika berkomitmen mengajak generasi muda untuk semakin mencintai budaya bangsa melalui edukasi, kampanye di media sosial, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar dan komunitas.
"Saya ingin menjadi penggerak agar anak muda semakin bangga memakai batik dalam kehidupan sehari-hari. Budaya harus mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya. Dengan begitu, batik akan tetap dicintai oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang," jelasnya.
Di akhir wawancara, Chantika mengajak seluruh masyarakat Nunukan dan Kalimantan Utara untuk terus memberikan doa dan dukungan agar dirinya dapat memberikan hasil terbaik di ajang nasional tersebut.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Nunukan, Kalimantan Utara, dan Indonesia. Perjuangan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk membawa nama daerah dan menunjukkan bahwa dari beranda terdepan Indonesia lahir generasi muda yang mampu mengharumkan nama bangsa. Mari bersama-sama kita jaga, lestarikan, dan banggakan budaya Indonesia, karena batik adalah warisan yang menyatukan kita semua," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....