Pupuran, Ritual Sakral sebelum Akad Nikah Suku Tidung
- 18 Jul 2026 03:28 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Pupuran merupakan rangkaian adat sebelum akad nikah masyarakat Tidung.
- Tradisi pupuran juga dilakukan masyarakat Bulungan dan Arab yang bermukim di Nunukan.
- Pupuran bermakna pembersihan fisik dan hati sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
RRI.CO.ID, Nunukan - Ritual pupuran menjadi bagian penting sebelum akad nikah masyarakat Tidung. Tradisi tersebut masih dilestarikan di Kabupaten Nunukan hingga saat ini.
Pupuran dilaksanakan sebagai rangkaian acara sebelum akad nikah. Tradisi ini biasa dijalankan masyarakat suku Tidung, Bulungan, dan Arab di Nunukan. Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Adat Tidung Nunukan, Usman Affan Datu Karim, Jum’at (17/07/2026).
"Ya memang ini merupakan satu tradisi kami salah satu rangkaian daripada acara sebelum dilaksanakan akad nikah. Adapun yang melaksanakan pupuran ini yaitu pertama itu suku Tidung yang kedua suku Bulungan dan juga Arab, Arab yang bermukim yang sudah di Nunukan begitu," katanya.
Pupuran menjadi bagian dari rangkaian tradisi yang dilaksanakan menjelang pernikahan. Prosesi tersebut tetap dikenal dan dijalankan oleh masyarakat yang mewarisi tradisi itu.
Prosesi pupuran menggunakan ramuan berbahan tepung beras yang dicampur wewangian. Ramuan tersebut dioleskan sebagai bagian dari tahapan sebelum akad nikah.
"Nah jadi ini merupakan salah satu rangkaian sebelum dilaksanakan acara pernikahan," ujarnya.
Pupuran tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian tradisi menjelang pernikahan. Prosesi tersebut juga memiliki makna filosofis bagi calon pengantin.
"Nah makna filosofisnya adalah secara fisik itu memberikan kebersihan secara fisik yaitu memiliki ramuan-ramuan yang telah dibuat dengan tepung beras yang dicampur dengan wangi-wangian tentunya ini menjadi filosofi pembersihan diri pembersihan hati untuk menghadapi atau menjalani bahtera rumah tangga," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....