Suku Tidung Lestarikan Ritual Bejiu Sapor Tolak Bala

  • 12 Agt 2026 09:11 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Ritual Bejiu Sapor menjadi tradisi sakral masyarakat Tidung untuk menolak bala pada Rabu terakhir bulan Safar.
  • Tradisi ini diyakini masyarakat Tidung sebagai ikhtiar menjaga kampung dari marabahaya selama satu tahun.
  • Ketupat, kopi, dan latup memiliki makna simbolis dalam pelaksanaan ritual Bejiu Sapor.
Video

RRI.CO.ID, Nunukan - Suku Tidung melestarikan ritual Bejiu Sapor sebagai tradisi sakral untuk menolak bala. Ritual tersebut dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar setiap tahunnya.

Bejiu Sapor dilaksanakan masyarakat Tidung di Kalimantan Utara, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam. Masyarakat Tidung meyakini ritual tersebut dapat menghindarkan kampung dari berbagai marabahaya. Hal ini disampaikan Koordinator Lembaga Adat Tidung Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, Rabu (12/08/2026).

“Bejiu Sapor adalah sebuah ritual suku kaum Tidung yang sangat disakralkan, baik yang berada di lima kabupaten, kota di Kalimantan Utara maupun yang di Malaysia, Filipina dan di Brunei Darussalam. Bejiu Sapor ini dilaksanakan pada bulan Safar, hari Rabu terakhir. Jadi karena konon menurut orang Tidung saat itulah bala akan banyak turun,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....