Krayan Selatan Terisolasi Akibat Jalan Putus, Nunukan Tetapkan Tanggap Darurat
- 24 Jul 2026 16:14 WIB
- Nunukan
Video
RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah Kabupaten Nunukan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari menyusul terputusnya akses jalan penghubung Krayan Induk dan Krayan Selatan akibat longsor dan kerusakan jalan yang dipicu hujan deras sejak Februari 2026. Kondisi tersebut tidak hanya mengisolasi ratusan kepala keluarga, tetapi juga mengancam ketersediaan kebutuhan pokok karena aktivitas ekonomi masyarakat terhenti.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, H. Asmar, mengatakan jalan tanah sepanjang sekitar 43 kilometer yang menjadi satu-satunya jalur darat menuju Krayan Selatan terdampak longsor dan berubah menjadi kubangan lumpur. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas sehingga distribusi barang dan mobilitas masyarakat lumpuh.
Dampak paling dirasakan masyarakat adalah terganggunya pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Menurut H. Asmar, mayoritas warga di Krayan Selatan berprofesi sebagai petani yang bergantung pada akses jalan untuk menjual hasil panen maupun memperoleh pasokan kebutuhan pokok dari Krayan Induk.
"Masyarakat mengalami krisis kebutuhan pokok karena aktivitas ekonomi tidak berjalan. Mereka memang masih memiliki beras, tetapi kebutuhan lainnya mulai sulit diperoleh akibat akses yang terputus," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....