Pengusaha Sebut Harga Telur Rp24.000 Belum Untungkan Peternak
- 15 Jul 2026 06:41 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Pengusaha ayam petelur di Nunukan menilai harga acuan telur Rp24.000 per kilogram belum menutupi biaya operasional.
- Tingginya biaya distribusi pakan dari luar daerah masih menjadi kendala utama peternak telur di Nunukan.
- Meski belum ideal, penetapan harga minimal tetap diapresiasi karena mencegah harga telur jatuh lebih rendah.
Video
RRI.CO.ID, Nunukan - Pengusaha ayam petelur menilai harga acuan telur Rp24.000 per kilogram belum menguntungkan peternak di Nunukan. Kebijakan pemerintah tersebut mulai berlaku secara nasional pada 15 Juli 2026.
Pemerintah menetapkan harga acuan telur ayam konsumsi sebesar Rp24.000 per kilogram mulai 15 Juli. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional. Menanggapi hal tersebut Pengusaha Ayam Nunukan, Riswandi, memberikan tanggapannya.
"Nah, untuk petelur, sama juga kasusnya. Karena petelur itu kan, kita tetap datangkan pakan dari pabrik di daerah besar, seperti Surabaya, daerah Makassar, sama distribusinya itu, biaya distribusi mendatangkan pakan itu, sangat besar," katanya, Rabu (15/07/2026).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....