Buritan Raised Quarter untuk Solusi Muatan dan Trim

  • 29 Sep 2026 04:56 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Buritan raised quarter memiliki ciri khas arsitektrat berupa peninggian struktur geladak bagian belakang secara langsung di atas level geladak utama tengah (main deck). Perubahan ketinggian ini biasanya dihubungkan dengan tangga atau dinding transisi melintang di area tengah-belakang kapal. Konstruksi ini sengaja dirancang khusus pada kapal-kapal kargo berukuran kecil hingga menengah untuk mengompensasi keterbatasan ruang akibat keberadaan ruang mesin yang umumnya berlokasi di bagian buritan.

Fungsi utama dari penerapan raised quarter stern adalah meningkatkan volume palka kargo (hold capacity) di area belakang secara drastis. Pada kapal kargo berukuran kecil, keberadaan saluran poros baling-baling dan kompartemen mesin sering kali memakan sebagian besar volume interior buritan. Dengan menaikkan level geladak kuarter, kapasitas palka di bagian belakang dapat ditingkatkan, sehingga kapal mampu mengangkut volume muatan kargo yang jauh lebih besar daripada kapal dengan geladak rata (flush deck).

Selain menambah kapasitas ruang kargo, peninggian geladak ini memberikan keuntungan besar pada pengaturan kemiringan atau keseimbangan posisi kapal (trim adjustment). Dengan tersedianya ruang muat yang lebih tinggi di bagian belakang, distribusi berat kargo dapat diatur lebih seimbang antara bagian haluan dan buritan. Hal ini mencegah kapal mengalami kondisi trim by head (haluan terlalu tenggelam) saat kapal terisi muatan penuh, yang dapat membahayakan kendali navigasi kapal.

Dari aspek operasional dan kenyamanan, geladak kuarter yang ditinggikan menyediakan posisi yang sangat ideal untuk akomodasi juru mudi dan peralatan navigasi. Pandangan dari area geladak belakang menjadi lebih luas ke arah depan kapal melebihi tumpukan kargo di geladak utama. Di samping itu, peninggian ini juga menambah jarak bebas geladak (freeboard) di bagian belakang, sehingga mengurangi risiko masuknya ombak ke dalam palka saat pelayaran di laut lepas.

Meski demikian, pembuatan raised quarter stern memerlukan perhatian khusus pada aspek kekuatan struktural di titik transisi peninggian geladak. Diskontinuitas garis geladak dapat menimbulkan konsentrasi tegangan (stress concentration) saat kapal menerima beban gelombang. Namun, dengan teknik penguatan kerangka modern, raised quarter stern tetap menjadi desain fungsional yang sangat sukses diterapkan pada kapal kargo pantai (coastal trading vessels) dan kapal niaga sedang.(merchantnavydecoded.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....