Modus & Psikologi Pelaku Investasi Bodong
- 13 Sep 2026 04:53 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Wisnu Bramantio dalam Dialog Interaktif Dalam Studio Prioritas Nasional dengan topik Lindungi Masyarakat Dari Investasi Bodong: Lindungi Penguat Penegak Hukum Dan Perlindungan Dalam Implementasi Asta Cita, melalui siaran Pro 1 RRI Nunukan, 1/9/2026, menjelaskan bagaimana cara pelaku Investasi Bodong menjerat korbannya. Hal ini diawali dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat, bantuan influencer, serta tekanan psikologis (fear of missing out) yang menyasar ibu-ibu.
“contohnya ketika kita ditawarkan investasi seperti itu, dengan keuntungan besar dalam waktu singkat, dia ditambah dengan penyerangan psikologis. Contoh, ketika kita ditawarkan investasi, nanti si pelaku ini menggunakan influencer. Contoh misalnya oh ini sudah ikut nih ibu, ini sudah ikut, misalnya salah satu apa influencer atau seperti apa. itu memberikan dorongan daya tarik tersendiri bagi si calon korban.” kata AKP Wisnu Bramantio di Studio Pro 1 RRI Nunukan, 1/9/2026.
Tawaran yang menggirukan inilah yang membuat para calon korban merasa terhanyut ke dalam skenario pelaku. Alur yang dibuat seolah menyampaikan bahwa sebuah investasi sangat terpercaya mengingat contoh atau seorang public figure yang dikaitkan keikutsertaannya dalam sebuah investasi oleh pelaku. Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Wisnu Bramantio turut menyampaikan serangan psikologis pun juga dilakukan pelaku agar mendapatkan kepercayaan korban mereka..
“ketika nanti itu juga masih korbannya ragu, lagi mereka menyerang secara psikologis. ayo cepat ini membernya sudah mau full ini, nanti kamu tidak bisa masuk lagi, rugi ini nanti uang kamu uang kamu ngendap, tidak dapat keuntungan, mending cepat ini cepat ambil keputusan cepat setor ke kita, seperti itu.” ujar AKP Wisnu Bramantio.
AKP Wisnu Bramantio turut menyampaikan beberapa sasaran investasi bodong ialah Ibu-Ibu. Mengingat keuntungan besar yang ditawaran serta dorongan psikologis yang membuat masyarakat dapat lebih waspada lagi terhadap kasus investasi bodong.
“jadi secara psikologis juga diserang makanya itu yang membuat ya kemarin kan saya bilang korbannya rata-rata ibu-ibu ya kan ibu-ibu mindset-nya mungkin ah ini keuntungan besarnya dalam waktu cepat ditambah lagi dengan dorongan-dorongan psikologis seperti itu, ya makin ini dia makin bulat tekadnya untuk ngikut investasi.” tutup AKP Wisnu Bramantio.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....