Tantangan Anak Muda di Era Digital & Cara Membentengi Diri dari Budaya Luar

  • 11 Sep 2026 18:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Pengguna Batik Lulantatibu sekaligus Konten Kreator Nunukan, Mita Octaviani saat Dialog Interaktif Dalam Studio Prioritas Nasional RRI Pro 2 Nunukan dengan topik Menguatkan Identitas Lulantatibu, 5/9/2026 membagikan pandangannya tentang tantangan terbesar anak muda saat ini, yaitu derasnya arus informasi dan fashion trend luar negeri di media sosial melalui gadget. Ia menekankan pentingnya menyaring konten (filtering) serta memahami makna dan filosofi batik Lulanta Tibu agar generasi muda bangga akan identitas budayanya sendiri.

“menurut Aku tuh yang paling besar tantangannya itu pengaruh digital ya, apalagi gadget ini kan hampir bisa kita hitung. beberapa menit aja nih lepas dari tangan kita setelah itu pegang lagi, jadi pengaruh dari hp ini sangat kuat. apalagi yang kita tontonin itu ya dari budaya budaya luar, kemudian tren fashion-nya dari budaya luar, dan cepat sekali ketika itu trend fashion sudah naik, anak-anak muda tuh gampang sekali untuk ngikutin. padahal ya harusnya kita lebih memfilter, mana yang bisa kita contoh, mana yang bisa kita ambil, mana yang bisa kita ya sekedar tontonin aja gitu.” kata Mita melalui Siaran Pro 2 RRI Nunukan, 5/9/2026.

Agar anak muda tetap dalam budayanya sendiri dan tak terpengaruh budaya luar, penting untuk mengenal apa budaya yang kita miliki sendiri. Salah satu hal nya ialah dengan mengenal lebih dalam batik dengan motif Lulantatibu untuk mempertahankan warisan budaya.

“nah supaya hal itu tidak langsung terpengaruh ya sama anak-anak muda makanya kita harus kembali lagi kita harus tahu, apa itu lulantatibu, kenapa kita harus ikut melestarikan, apa bedanya motif kita dengan motif yang lain, seberapa besar sih nilai dari motif lulantatibu sendiri untuk kita.” ujar Mita.

Tantangan terbesar dalam membentengi diri dari pengaruh budaya luar tentu menjadi catatan untuk kita semua. Mengingat akan terciptanya bentuk keinginan ingin melestarikan warisan budaya dalam bentuk motif Lulantatibu dengan mengetahui makna dan filosofi dari warisan tersebut.

“kalau saya yakin ketika kita sudah tahu makna dari dan filosofi dari lulantatibu sendiri pengaruh gadget itu bisalah pelan-pelan pudar untuk anak muda supaya lebih bangga lagi punya motif lulantatibu sebagai budaya warisan di nunukan ini” tutup Mita.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....