Ducted Propeller untuk Meningkatkan Efisiensi Dorongan Kapal
- 23 Agt 2026 00:37 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ducted Propeller (Kort Nozzle) adalah Sistem propulsi yang menempatkan baling-baling standar di dalam sebuah selubung atau tabung berbentuk silinder (nozzle) dengan profil hidrodinamis khusus. Tabung ini dirancang untuk mengarahkan aliran air masuk dan keluar dari baling-baling, mengurangi kerugian aliran ujung bilah (tip vortex), serta meningkatkan efisiensi dorongan pada kecepatan rendah.
Cara kerjanya memanfaatkan prinsip aerodinamika selubung untuk menciptakan perbedaan tekanan di dalam nozzle. Pada kecepatan rendah dengan beban tarik yang berat, aliran air yang dipercepat melalui tabung menghasilkan gaya dorong tambahan pada selubung itu sendiri, sehingga memberikan total gaya dorong (bollard pull) yang jauh lebih besar dibandingkan baling-baling terbuka dengan daya mesin yang sama.
Ducted propeller terbagi menjadi dua jenis utama: decelerating nozzle (dikembangkan untuk mengurangi kavitasi dan kebisingan pada kecepatan tinggi) dan accelerating nozzle (dikembangkan untuk meningkatkan gaya dorong pada kecepatan rendah). Jenis accelerating adalah yang paling umum dijumpai di industri maritim.
Penggunaan utama baling-baling berselubung ini berada pada kapal-kapal pekerja berat yang membutuhkan gaya tarik masif pada kecepatan rendah hingga sedang. Jenis kapal yang paling sering menggunakannya meliputi kapal tunda (pelabuhan & ocean tugboat), kapal penyuplai lepas pantai (Offshore Supply Vessel/OSV), kapal pukat harimau (stern trawler), kapal pengerukan (dredger), serta kapal pemecah es (icebreaker). Selain itu, sistem ini juga diaplikasikan pada kapal selam penjelajah kedalaman (Deep Submergence Rescue Vehicle/DSRV) dan kendaraan bawah air terkemudi (ROV) karena perlindungan fisik dari selubung nozzle mampu mencegah baling-baling terbentur struktur bawah laut atau menyangkut kabel.
Keterbatasan utama dari kort nozzle adalah peningkatan hambatan gesek (drag) saat kapal berlayar pada kecepatan tinggi (biasanya di atas 14–16 knot). Oleh karena itu, sistem ini tidak cocok digunakan pada kapal kargo cepat atau kapal penumpang jarak jauh yang mengutamakan kecepatan pelayaran konstan.( thetidesofhistory.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....