Mengenal Fenomena Kavitasi pada Baling-Baling Kapal
- 23 Agt 2026 00:36 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kavitasi pada baling-baling kapal adalah fenomena pembentukan dan pecahnya gelembung uap air secara mendadak akibat penurunan tekanan lokal yang ekstrem saat bilah berputar cepat. Ketika kavitasi terjadi, fenomena ini menimbulkan dampak merugikan yang signifikan, mulai dari erosi fisik pada permukaan logam baling-baling, penurunan efisiensi gaya dorong kapal, hingga timbulnya getaran kuat dan kebisingan tinggi di dalam air.
Proses terjadinya kavitasi dimulai saat baling-baling berputar dengan kecepatan tinggi sehingga mempercepat aliran air di sekitar permukaannya. Sesuai prinsip Bernoulli, percepatan aliran ini menyebabkan tekanan statis pada area tertentu—terutama sisi hisap bilah—turun drastis. Ketika tekanan lokal tersebut jatuh hingga berada di bawah tekanan uap jenuh air, cairan secara spontan berubah wujud menjadi gelembung-gelembung uap mikro.
Gelembung uap yang terbentuk tidak bertahan lama karena terbawa aliran air menuju area yang memiliki tekanan lebih tinggi di sepanjang permukaan bilah. Di area bertekanan tinggi ini, gelembung mengalami implosi atau pecah ke dalam secara mendadak. Implosi tersebut menghasilkan pancaran mikro (micro-jets) cairan berkecepatan dan bertekanan sangat tinggi yang menghantam permukaan logam secara terus-menerus.
Hantaman berulang dari pancaran mikro tersebut lambat laun mengikis material logam dan membentuk lubang-lubang kecil (pitting) yang merusak struktur baling-baling. Selain merusak material, keberadaan gelembung uap mengganggu aliran air alami di sekitar bilah, sehingga daya dorong (thrust) yang dihasilkan berkurang dan konsumsi bahan bakar mesin kapal menjadi jauh lebih boros.
Untuk menanggulangi dampak kavitasi, para perancang kapal menerapkan berbagai solusi teknik pada sistem propulsi. Langkah pencegahan dilakukan dengan merancang geometri bilah baling-baling yang lebih aerodinamis, mengontrol kecepatan putaran poros, serta menggunakan bahan paduan logam yang sangat tahan terhadap erosi, seperti perunggu-nikel-aluminium (nickel-aluminum bronze).(theshipyardblog.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....