Patahkan Stigma: Politik Bukan Hanya untuk Laki-Laki
- 22 Agt 2026 17:05 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ketua DPC KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia) Kabupaten Nunukan , Robiyanti dalam Talkshow Dari Perbatasan Indonesia: Perempuan Membangun Generasi Berkualitas, di Piki Boss Coffe Nunukan, Senin, 17/08/2026 mematahkan anggapan bahwa dunia politik hanya dominasi maskulin. Pentingnya perspektif perempuan dalam melahirkan hukum/kebijakan inklusif dapat mematahkan stigma bahwa politik bukan hanya untuk laki-laki.
“jadi pernyataan bahwa dunia politik itu hanya cocok untuk lelaki, itu sepenuhnya memang tidak sesuai. Jadi sesuai dengan perkembangan hukum realitas sosial saat ini, memang politik sebagai arena kompetitif, dan syarat dinamika maskulin.” kata Robiyanti saat Talkshow Dari Perbatasan Indonesia: Perempuan Membangun Generasi Berkualitas , di Piki Boss Coffe , Senin, 17/08/2026.
Sejarah dan regulasi membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin dan merumuskan kebijakan publik. Tentu ini menjadi Langkah tepat dalam membuktikan kesetaraan gender.
“jadi peran kontribusi strategis kehadiran figur perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif, terbukti mendorong pengesahan produk hukum yang inklusif, seperti regulasi perlindungan anak, kesejahteraan ibu dan anak, serta pencegahan kekerasan seksual perspektif yang dibawa oleh politisi perempuan seringkali mampu mengisi celah kebijakan yang kurang direspon oleh pendekatan maskulin.” ujar Robiyanti.
Adanya peran kontribusi strategis kehadiran figur perempuan di wilayah perbatasan tentu tak lepas dari tantangan yang ada. Namun Robiyanti tetap memberi dukungan kepada perempuan di Perbatasan agar tak perlu merasa takut untuk memahami dunia politik.
“jadi memang tantangan kita sebagai perempuan ini paling tidak perempuan khusus di perempuan perbatasan memang harus bisa memahami. Politik itu secara luas memang tidak perlu untuk ditakuti, bagaimana politik itu kita paham sebagai landasan dasar dulu, karena memang keseharian kita hidup dengan politik.” tutup Robiyanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....