Salema Porgi - Fenomena Ikan Halusinogen di Perairan Mediterania

  • 20 Agt 2026 05:24 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Sarpa salpa, yang lebih dikenal dengan nama Salema Porgi, merupakan spesies ikan laut dangkal berukuran sedang dari famili Sparidae yang menghuni perairan pesisir Laut Mediterania serta Samudra Atlantik timur. Secara visual, ikan ini memiliki penampilan yang cukup menarik dengan tubuh lonjong berwarna keperakan yang dihiasi oleh sepuluh hingga dua belas garis kuning-emas horizontal membentang dari kepala hingga ujung ekornya. Berenang dalam kawanan besar di sekitar padang lamun dan terumbu karang dangkal, Salema Porgi memainkan peran penting dalam ekosistem pesisir sebagai salah satu herbivora laut utama yang mengonsumsi alga makro dan tumbuhan laut.

Meskipun tampak seperti ikan karang konsumsi pada umumnya, Salema Porgi menyimpan keunikan fenomena medis yang dikenal sebagai ichthyoallyeinotoxism, yaitu bentuk keracunan makanan laut yang memicu efek halusinogenik berat. Individu yang mengonsumsi ikan ini, khususnya bagian kepala atau organ dalam tertentu, dapat mengalami halusinasi penglihatan dan pendengaran yang intens beberapa jam setelah memakannya. Efek psikoaktif ini kerap disertai dengan mimpi buruk yang luar biasa nyata, rasa pusing hebat, gangguan koordinasi motorik, hingga rasa cemas berlebihan yang dapat berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya pulih sepenuhnya.

Menariknya, efek halusinogenik yang ditimbulkan oleh Salema Porgi bukan berasal dari racun alami yang diproduksi oleh organ tubuh ikan itu sendiri, melainkan hasil dari proses bioakumulasi diet alga yang dikonsumsinya. Ikan dewasa secara rutin memangsa alga hijau beracun seperti Caulerpa taxifolia serta dinoflagellata epifit tertentu yang menghasilkan toksin berstruktur mirip alkaloid psikoaktif atau asam domoat. Akumulasi racun tersebut terkonsentrasi di dalam jaringan pencernaan dan kepala ikan tanpa membahayakan kelangsungan hidup ikan itu sendiri, tetapi menjadi sangat beracun bagi mamalia atau manusia yang memakannya.

Aspek unik ini memberikan nilai sejarah dan budaya tersendiri bagi Salema Porgi sepanjang peradaban manusia di kawasan Mediterania. Pada masa Kekaisaran Romawi kuno, ikan ini dilaporkan pernah sengaja ditangkap dan dikonsumsi dalam acara-acara tertentu sebagai obat rekreasi untuk mendapatkan sensasi halusinasi, sebuah praktik yang sangat jarang ditemukan dalam penggunaan fauna laut. Masyarakat pesisir Afrika Utara bahkan memberi nama lokal khoubaiba kepada ikan ini, sebuah istilah bahasa Arab yang secara harfiah bermakna "ikan yang membuat bermimpi" karena efek bermimpi buruk secara sadar yang dialami oleh siapa saja yang secara tidak sengaja memakan bagian organ dalamnya.

Hingga saat ini, Salema Porgi masih sering tertangkap oleh nelayan dan dijual di pasar-pasar ikan lokal di sekitar pesisir Mediterania sebagai ikan konsumsi sehari-hari. Walaupun daging tubuhnya secara umum aman dimakan jika dibersihkan secara cepat dan menyeluruh, potensi risiko keracunan tetap menjadi perhatian serius dalam dunia kedokteran kelautan. Penanganan yang tepat dengan membuang seluruh organ dalam serta kepala secepat mungkin setelah ditangkap menjadi kunci utama untuk mencegah racun merembes ke dalam daging, menjadikan Salema Porgi salah satu spesies laut paling menakjubkan sekaligus menantang dalam biologi kelautan.(www.fishbase.se)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....