Atasi Mabuk Laut dari Awal Perjalanan

  • 28 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Pengalaman pertama melaut seharusnya menjadi momen yang menyenangkan, namun ancaman mabuk laut sering kali menjadi pengganggu utama bagi para pemula. Mabuk laut terjadi akibat konflik sensori ketika telinga bagian dalam merasakan guncangan gelombang, sementara mata melihat objek di sekitar perahu yang tampak diam. Berita baiknya, otak manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa, dan ada berbagai langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah serta mengatasi sensasi pusing dan mual tersebut sejak awal perjalanan.

Kunci utama dalam mencegah mabuk laut dimulai sebelum Anda menjejakkan kaki di atas kapal. Hindari mengonsumsi makanan berat, berlemak, atau terlalu asam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berlayar, karena makanan tersebut sulit dicerna dan dapat memicu iritasi lambung saat terguncang. Sebagai gantinya, pilihlah makanan ringan yang relatif tawar seperti roti kering atau biskuit. Jika Anda tahu memiliki kecenderungan mudah mabuk perjalanan, mengonsumsi obat antimabuk (antihistamin) sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berangkat akan sangat efektif menekan respons mual di otak.

Begitu kapal mulai berlayar, pemilihan posisi berdiri atau duduk memegang peranan yang sangat vital. Pilihlah area di bagian tengah kapal (midship) dan di geladak terbuka yang memiliki sirkulasi udara segar. Bagian tengah kapal merupakan titik tumpu dengan tingkat guncangan paling minimal jika dibandingkan dengan bagian depan (haluan) atau belakang (buritan). Selain itu, hindari berdiam diri di ruangan tertutup atau dekat dengan aroma menyengat seperti bau bahan bakar mesin kapal yang dapat langsung memicu refleks mual.

Saat guncangan gelombang mulai terasa membuat kepala pusing, latihlah sistem visual Anda untuk menyelaraskan persepsi gerak. Hindari menatap layar ponsel, membaca buku, atau memandangi lantai kapal yang justru akan memperparah kebingungan otak. Alihkan pandangan Anda jauh ke depan dan fokuslah menatap garis cakrawala (horizon) yang stabil. Langkah ini membantu mata memberikan informasi yang selaras kepada otak bahwa tubuh Anda memang sedang bergerak mengikuti ritme gelombang laut.

Jika rasa mual tetap menyerang, usahakan untuk tidak panik dan cobalah mengalihkan perhatian dengan mengontrol pernapasan secara perlahan. Menghirup udara segar deep-breathing, mengunyah permen jahe, atau meminum air putih dingin dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan menurunkan ketegangan saraf. Ingatlah bahwa mabuk laut adalah respons fisik yang sepenuhnya normal bagi pemula, dan seiring berjalannya waktu, tubuh Anda akan perlahan terbiasa dengan iritasi gerak tersebut hingga Anda bisa menikmati keindahan laut dengan nyaman.(mercurymarine.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....