Kora-Kora, Sarana Transportasi Antarpulau yang juga Sebagai Armada Tempur Utama
- 21 Jul 2026 08:15 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kora-Kora merupakan perahu perang tradisional khas Kepulauan Maluku yang memegang peranan penting dalam sejarah kebaharian Nusantara. Pada masa lampau, perahu ini tidak hanya difungsikan sebagai sarana transportasi antarpulau, tetapi juga sebagai armada tempur utama untuk mempertahankan wilayah kekuasaan dan jalur perdagangan rempah-rempah yang sangat berharga. Bentuknya yang ramping dan gagah mencerminkan ketangguhan masyarakat bahari Maluku dalam mengarungi lautan lepas.
Dari segi konstruksi, Kora-Kora memiliki lambung yang relatif panjang dan sempit untuk memaksimalkan kecepatan di atas air. Perahu ini dilengkapi dengan cadik di kedua sisinya yang terbuat dari bambu atau kayu ringan, berfungsi menjaga keseimbangan agar tidak mudah terbalik saat diterjang gelombang tinggi. Ciri khas utama Kora-Kora terletak pada kapasitasnya yang besar, mampu menampung puluhan hingga ratusan personel dalam satu kali pelayaran.
Daya penggerak utama Kora-Kora berasal dari tenaga manusia melalui barisan pendayung yang duduk berjejer di sepanjang lambung perahu. Agar dayung bergerak secara serentak dan ritmis, pelayaran selalu diiringi oleh tabuhan instrumen musik tradisional tifa serta nyanyian lagu-lagu penyemangat. Harmonitas antara irama tifa dan kayuhan dayung ini menciptakan laju perahu yang sangat cepat dan presisi di lautan.
Pada masa kolonial, Kora-Kora menjadi simbol perlawanan rakyat Maluku terhadap dominasi asing, terutama dalam peristiwa pelayaran Hongi yang diprakarsai oleh VOC. Kecepatan dan kelincahan Kora-Kora kerap menyulitkan kapal-kapal perang besar milik Bangsa Eropa saat melakukan patroli di perairan sempit. Perahu perang ini menjadi bukti nyata ketangguhan strategi tempur laut suku-suku di Maluku pada era kejayaannya.
Saat ini, fungsi perang Kora-Kora telah bergeser menjadi warisan budaya yang membanggakan. Perahu ini kerap dihadirkan dalam berbagai festival budaya dan atraksi balap perahu tradisional di Kepulauan Maluku untuk memperingati peristiwa sejarah. Keberadaan Kora-Kora terus dilestarikan sebagai simbol persatuan, semangat gotong royong, dan identitas kebaharian masyarakat Maluku hingga generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....