Sandeq, Perahu Layar Tradisional Tercepat di Nusantara
- 20 Jul 2026 08:32 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Perahu Sandeq merupakan mahakarya teknologi bahari khas Suku Mandar yang dikenal sebagai perahu layar tradisional tercepat di Nusantara. Keberadaannya diperkirakan mulai berkembang pesat pada pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, menggantikan perahu-perahu pukat berukuran besar yang lebih lambat. Nama Sandeq sendiri berasal dari bahasa Mandar yang berarti "runcing" atau "tajam", merujuk pada bentuk fisik lambung kapalnya yang dirancang sangat ramping untuk membelah ombak Selat Makassar dengan kecepatan tinggi.
Tujuan utama pembuatan perahu Sandeq adalah untuk menunjang perekonomian nelayan Mandar dalam berburu ikan terbang (torani) dan mengumpulkan telurnya di laut lepas. Untuk mencapai perairan yang jauh dan kaya ikan, perahu ini mengombinasikan lambung tunggal ramping dengan dua cadik bambu (barat) di kedua sisinya sebagai penyeimbang. Penggunaan layar segitiga berukuran besar (tanja modern) serta badan kapal yang fleksibel memungkinkan Sandeq mencapai kecepatan hingga 15–20 knot, menjadikannya sarana berburu yang sangat efisien di tengah lautan.
Seiring berjalannya waktu dan masuknya teknologi mesin tempel pada akhir abad ke-20, fungsi harian Sandeq sebagai perahu penangkap ikan mulai bergeser. Sebagian besar nelayan modern kini beralih ke perahu bermotor yang tidak lagi bergantung pada arah dan hembusan angin. Meski demikian, bentuk asli Sandeq tidak punah melainkan mengalami evolusi fungsi, dari sekadar alat mata pencaharian menjadi simbol identitas dan olahraga ketangkasan bahari masyarakat Sulawesi Barat.
Upaya pelestarian perahu Sandeq kini terwujud secara berkala melalui ajang perlombaan tahunan berskala nasional dan internasional yang dikenal sebagai Sandeq Race. Dalam kompetisi ini, puluhan pemuda Mandar mengarungi Selat Makassar mengandalkan kemahiran membaca angin dan mengendalikan layar Sandeq. Festival budaya ini tidak hanya menjaga keahlian pembuatan perahu tradisional (pambikang) tetap hidup, tetapi juga mempromosikan warisan maritim Mandar kepada dunia luar.
Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah menetapkan Perahu Sandeq beserta tradisi pelayarannya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Pengakuan ini menegaskan bahwa keahlian rekayasa fisik Sandeq—yang mampu menyeimbangkan kecepatan ekstrem dan stabilitas tanpa bantuan mesin sama sekali—merupakan salah satu bukti kejayaan tradisi kebaharian Nusantara yang harus terus dijaga keberlangsungannya. (indonesiakaya.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....