Demospongiae: Penyintas Tangguh dan Penguasa Ekosistem Spons Global

  • 27 Jun 2026 18:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Di antara semua kelompok hewan purba yang menghuni planet kita, hanya sedikit yang mampu menandingi keberhasilan evolusi kelas Demospongiae (Demosponge). Muncul pertama kali di lautan purba pada akhir Era Neoproterozoikum—lebih dari 600 juta tahun yang lalu berdasarkan jejak biomarker fosilnya—kelompok ini berhasil bertahan melewati berbagai kepunahan massal yang melenyapkan mayoritas makhluk hidup lain. Rahasia ketangguhan mereka terletak pada fleksibilitas tubuhnya yang luar biasa. Saat ini, Demospongiae telah mengukuhkan posisinya sebagai penguasa global di dunia Porifera, mencakup lebih dari 90 persen dari seluruh spesies spons yang hidup di Bumi.

Kunci utama keberhasilan adaptasi Demospongiae terletak pada komposisi rangka tubuh mereka yang sangat unik dan elastis. Berbeda dengan spons kaca yang kaku, rangka Demosponge tersusun atas kombinasi spikula silika (kristal pasir) dan serat protein organik fleksibel yang disebut spongin. Beberapa spesies bahkan mengevolusikan tubuh yang sepenuhnya hanya terdiri dari serat spongin tanpa kristal tajam, menghasilkan tekstur yang sangat lembut namun kuat. Karakteristik fisik inilah yang di masa lalu dimanfaatkan oleh manusia sebagai spons mandi alami, sebelum digantikan oleh bahan sintetis modern.

Sistem anatomi Demospongiae didesain seperti sebuah jaringan pompa air biologis yang sangat efisien. Tubuh mereka dipenuhi oleh jutaan pori kecil bernama ostia yang terhubung ke kamar-kamar internal berlapis sel berleher (koanosit). Sel-sel koanosit ini terus-menerus menggerakkan rambut cambuk (flagela) mereka untuk menciptakan arus, menarik air masuk ke dalam spons, menyaring bakteri serta partikel organik mikroskopis sebagai makanan, lalu membuang air sisa melalui saluran keluar besar yang disebut oskulum. Kemampuan filtrasi ini sangat masif; sebuah spons tong raksasa mampu menyaring ribuan liter air laut setiap harinya, menjadikannya penyaring alami yang menjaga kejernihan air di sekitarnya.

Di samping peran mekanisnya sebagai penyaring air, Demospongiae adalah master dalam bidang pertahanan kimiawi. Karena mereka adalah organisme sesil yang melekat di dasar laut dan tidak bisa melarikan diri dari predator seperti ikan atau penyu, mereka memproduksi berbagai senyawa kimia aktif (metabolit sekunder) di dalam tubuhnya. Senyawa ini memberikan rasa yang sangat pahit atau bahkan beracun bagi hewan yang mencoba memakannya. Menariknya, kemampuan pertahanan kimiawi yang telah teruji selama ratusan juta tahun ini sekarang menjadi fokus penelitian medis modern, di mana ilmuwan mengekstrak senyawa Demosponge untuk dikembangkan menjadi obat-obatan kanker, antiviral, dan antibiotik baru.

Kini, Demospongiae dapat ditemukan di hampir setiap sudut perairan Bumi, mulai dari terumbu karang dangkal yang hangat di wilayah tropis, wilayah perairan melimpah di kutub yang membeku, zona laut dalam yang gelap, hingga ke ekosistem air tawar. Salah satu perwakilan modernnya yang paling mengagumkan adalah Spons Tong Raksasa (Xestospongia muta), yang dijuluki sebagai "redwood lautan" karena ukurannya yang besar dan usianya yang bisa mencapai ribuan tahun. Keberadaan Demosponge yang terus lestari hingga hari ini menjadi bukti nyata bagaimana kesederhanaan struktur anatomi yang dipadukan dengan fleksibilitas evolusi mampu menciptakan salah satu penyintas terbesar dalam sejarah kehidupan di Bumi. (digitalatlasofancientlife.org)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....