Nama dan Keutamaan 12 Bulan Penanggalan Hijriah

  • 16 Jun 2026 21:04 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Kalender Hijriah disusun berdasarkan sistem penanggalan bulan atau lunar, di mana terdapat 12 bulan dalam satu tahunnya yang diawali oleh Muharram sebagai penanda Tahun Baru Islam. Selama ini, sebagian besar dari kita mungkin lebih akrab dengan bulan Ramadhan dibandingkan nama bulan lainnya. Oleh karena itu, mari kita mengenal lebih dekat 12 nama bulan dalam penanggalan Hijriah beserta keutamaannya masing-masing.

Muharram

Bulan pertama adalah Muharram yangs secara bahasa, berasal dari kata 'haram' yang berarti terlarang. Bulan ini termasuk dalam kelompok empat bulan suci yang dimuliakan dalam Islam, di mana masyarakat Arab kala itu dilarang keras melakukan peperangan, kecuali dalam kondisi membela diri. Keutamaan bulan pembuka ini sangatlah besar, dan salah satu momentum paling utama yang dianjurkan adalah pelaksanaan puasa sunah Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Safar

Bulan kedua adalah Safar, yang secara harfiah bermakna 'kosong'. Penamaan ini muncul setelah melihat kebiasaan masyarakat Arab di masa lalu yang meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong untuk bepergian atau terjun ke medan laga.

Meski sebagian orang masih mengaitkan Safar dengan mitos kesialan, Islam justru menegaskan bahwa tidak ada satu pun waktu atau bulan yang membawa keburukan bagi manusia. Keberuntungan maupun tantangan dalam hidup murni bergantung pada ketetapan Allah dan amal perbuatan kita sendiri.

Rabiul Awal

Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dan termasuk yang sangat sakral bagi umat Islam karena menjadi momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Secara etimologi. Keistimewaan bulan ini pun semakin lengkap dengan terjadinya peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Madinah, sebuah titik balik yang menandai berdirinya masyarakat Muslim.

Rabiul Akhir

Selanjutnya kita memasuki bulan keempat yaitu Rabiul Akhir. Bulan ini menandai fase penutup dari musim semi dalam sistem kalender Arab. Walaupun dalam catatan sejarah Islam tidak banyak peristiwa besar yang menonjol di bulan ini. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kita. Umat Islam tetap sangat dianjurkan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah serta terus melipatgandakan amal kebaikan sebagai bekal spiritual kita sehari-hari.

Jumadil Awal

Bulan kelima dalam penanggalan Hijriah adalah Jumadil Awal. Secara bahasa, nama 'Jumadil' berasal dari akar kata yang berarti membeku, karena pada masa lalu awal penetapannya bertepatan dengan musim dingin yang ekstrim di wilayah Arab.

Di balik karakteristik alamnya tersebut, bulan ini menyimpan nilai sejarah yang sangat penting bagi umat Muslim. Berbagai kemenangan strategis dalam ekspedisi perjuangan Islam tercatat terjadi di bulan ini, menjadikannya salah satu momentum yang penuh dengan kisah kejayaan.

Jumadil Akhir

Bulan keenam ini merupakan kelanjutan dari periode musim dingin di tanah Arab. Di balik suasananya yang tenang Jumadil Akhir menyimpan catatan sejarah yang sangat luar biasa. Salah satu peristiwa besarnya adalah Perang Yarmuk sebuah pertempuran legendaris yang dipimpin langsung oleh panglima Khalid bin Walid Kemenangan besar di bulan ini menjadi titik balik penting bagi perluasan dakwah Islam di masa itu.

Rajab

Bulan Rajab menempati posisi istimewa karena termasuk dalam salah satu dari empat bulan haram yang disucikan. Nama 'Rajab' secara harfiah bermakna 'menghormati', sebuah refleksi betapa bulan ini sangat dimuliakan dalam tradisi Islam.

Kehadirannya menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mempertebal ibadah, sebagai bentuk penghormatan atas kesucian waktu yang telah Allah tetapkan

Syaban

Memasuki bulan kedelapan kita menyambut bulan Sya'ban. Secara harfiah nama Syakban bermakna 'tersebar'. Hal ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab di masa lampau yang mulai menyebar ke berbagai wilayah untuk mencari rezeki atau berperang setelah masa tenang di bulan Rajab berlalu

Di bulan ini pula Rasulullah SAW memiliki kebiasaan untuk memperbanyak ibadah puasa sunnah. Langkah ini beliau lakukan sebagai bentuk persiapan fisik dan spiritual sebelum akhirnya kita memasuki bulan suci Ramadan

Ramadhan

Ramadan merupakan bulan paling mulia dalam Islam. Nama "Ramadan" berasal dari "Ramad" yang berarti panas terik, menggambarkan perjuangan dalam menjalankan ibadah puasa.

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia..." (QS. Al-Baqarah: 185)

Syawal

Setelah melewati bulan suci kini kita tiba di bulan Syawal. Secara Bahasa nama Syawal memiliki arti 'meningkat'. Sebuah makna indah yang mencerminkan harapan agar amal ibadah dan ketakwaan kita kian meningkat selepas meninggalkan bulan Ramadhan. Sebagai bentuk penyempurna umat Islam sangat dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama enam hari di bulan yang penuh kemenangan ini.

Zulqadah

Memasuki bulan kesebelas kita bertemu dengan bulan Zulkaidah. Secara harfiah nama Zulkaidah memiliki arti 'duduk' atau 'istirahat'. Makna ini merujuk pada tradisi masyarakat Arab masa lampau yang memilih untuk duduk berdiam diri dan menghindari segala bentuk peperangan.

Sebagai salah satu dari empat bulan suci masa tenang di bulan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh umat Islam untuk memusatkan perhatian dan mempersiapkan diri menyambut panggilan ibadah haji

Zulhijah

Sebagai penutup tahun dalam kalender Hijriah, Zulhijah hadir sebagai puncak dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Secara etimologi, Zulhijah bermakna 'pemilik haji', sebuah penamaan yang sangat selaras karena seluruh rangkaian utama ibadah haji berpusat di bulan ini.

Selain menjadi momentum bertemunya jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia di tanah suci, bulan suci ini juga menyimpan keutamaan luar biasa yakni melalui ibadah kurban pada Hari Raya Idu ladha dan amalan sepuluh hari pertama yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

(Sumber: Baitulmaal Muamalat)

BACA JUGA: Asal Mula Terciptanya Penanggalan Hijriah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....