Asal Mula Terciptanya Penanggalan Hijriah

  • 16 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa manusia perlu menerapkan sistem penanggalan? Kehadiran sistem penanggalan dalam kehidupan manusia itu penting untuk membantu mengatur struktur kehidupan, berbagai aktivitas sosial, serta merencanakan masa depan.

Dalam perkembangannya, secara umum Sistem penanggalan secara astronomis terbagi menjadi tiga jenis Utama. Ada Kalender Surya berdasarkan pergerakan Bumi mengelilingi Matahari, contohnya kalender Masehi, kalender Saka dan kalender Gregorian.

Kemudian sistem penanggalan berdasarkan fase bulan atau yang disebut juga Kalender Bulan/Lunar seperti kalender Hijriyah misalnya. Ada juga jenis kalender yang menggunakan kombinasi siklus Matahari dan Bulan, namanya kalender Lunisolar contohnya adalah kalender Tiongkok.

Mengapa Umat Islam Perlu Memiliki Sistem Penanggalan Sendiri?

Merujuk pada catatan tokoh sejarah seperti al-Sha'bi dan al-Biruni, kebudayaan Arab dan dunia saat itu belum mengenal sistem penanggalan berbasis angka tahun yang pasti. Sebaliknya, masyarakat menentukan sebuah era dengan menggunakan peristiwa besar atau momentum bersejarah sebagai titik acuannya.

Kala itu di Madinah, Khalifah Umar bin Khattab menyadari bahwa penting untuk mencantumkan penanggalan dalam surat-surat resmi, keputusan resmi dan kebijakan yang dibuat. Oleh karena itu, bersama para sahabat Khalifah Umar pun mendiskusikan urgensi memiliki sistem penanggalan resmi untuk umat Islam. Baik untuk kebutuhan ibadah maupun non-ibadah.

Peristiwa Hijrah Menjadi Titik Awal Penanggalan Islam

Satu hal krusial yang menjadi bahan diskusi Khalifah Umar bersama para sahabat adalah menentukan kapan titik awal penanggalan ini dimulai. Sebagian sahabat menyarankan peristiwa kelahiran Rasulullah SAW sebagai titik awal, ada pula yang mengusulkan peristiwa kematian Rasulullah, dan sementara sebagian lainnya mengusulkan momentum saat Rasulullah menerima wahyu pertama.

Musyawarah tersebut berjalan cukup panjang, pelik, bahkan sempat menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, muncul sebuah usu mengenai penggunaan peristiwa Hijrah sebagai titik awal era baru umat Islam. Usulan ini dinilai paling tepat karena Hijrah merupakan momentum pemisah antara kebenaran dan kebatilan, sehingga disepakati oleh Khalifah Umar beserta para sahabat, dan sistem penanggalan resmi ini pun dinamakan Kalender Hijriah.

(Sumber:Muhammadiyah dan NU Online)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....