Rahasia di Balik Kulit Hiu: Mengenal Struktur Sisik Placoid yang Unik

  • 31 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Hiu merupakan salah satu predator puncak yang telah merajai lautan selama ratusan juta tahun berkat adaptasi anatominya yang sempurna. Salah satu keunikan terbesar yang jarang disadari oleh banyak orang terletak pada permukaan tubuh mereka. Berbeda dengan ikan biasa seperti sarden atau mas yang memiliki sisik pipih dan licin, hiu memiliki jenis sisik khusus yang dikenal sebagai sisik placoid atau dentikel dermal (dermal denticles). Struktur penutup tubuh ini memiliki karakteristik unik yang secara biologis lebih menyerupai susunan gigi daripada sisik ikan pada umumnya.

Secara anatomi, setiap lembar sisik placoid pada tubuh hiu tersusun atas komponen yang sangat kokoh. Bagian dalamnya memiliki rongga pulpa yang berisi pembuluh darah, kemudian dilapisi oleh jaringan dentin yang keras, dan diakhiri dengan lapisan luar berupa enamel tajam yang disebut vitrodentin. Kemiripan strukturnya dengan gigi manusia membuat kulit hiu memiliki tekstur yang sangat khas; jika Anda mengusap kulit hiu dari arah kepala ke ekor akan terasa halus, namun jika diusap dari arah sebaliknya, kulitnya akan terasa sangat kasar seperti ampelas tajam yang mampu menggores kulit.

Bentuk dan susunan gerigi pada dentikel dermal ini tidak tumbuh membesar seiring bertambahnya usia hiu, melainkan hiu akan menumbuhkan sisik-sisik baru di celah yang kosong saat tubuh mereka melebar. Alur-alur mikro pada sisik tersebut memiliki fungsi hidrodinamis yang luar biasa di dalam air. Ketika hiu berenang, pola gerigi ini berfungsi mengarahkan aliran air di sepanjang permukaan tubuhnya, yang secara efektif mengurangi gaya gesek (drag) dan turbulensi. Keunggulan mekanis ini membuat hiu mampu melesat dengan sangat cepat dan bergerak senyap tanpa mengeluarkan banyak energi.

Selain memberikan efisiensi kecepatan, sisik mirip gigi ini juga berfungsi sebagai baju zirah atau perisai pelindung yang tangguh. Lapisan enamel yang keras membuat kulit hiu sangat sulit ditembus oleh gigitan predator lain, goresan karang, maupun penempelan parasit laut yang merugikan. Bagi beberapa spesies hiu laut dalam yang berukuran kecil namun agresif, struktur kulit yang padat dan kuat ini sangat mendukung gaya hidup mereka yang ekstrem saat harus mempertahankan diri atau berinteraksi dengan objek-objek keras di kedalaman samudera.

Keunikan hidrodinamis dari sisik hiu ini telah menginspirasi berbagai inovasi teknologi modern manusia melalui ilmu biomimetik. Para ilmuwan dan insinyur kini meniru struktur alur dentikel dermal hiu untuk menciptakan lapisan khusus pada lambung kapal laut dan kapal selam guna mengurangi hambatan air dan menghemat bahan bakar. Melalui keberadaan sisik placoid ini, kita dapat melihat bahwa penutup tubuh hiu bukan sekadar pelindung pasif, melainkan sebuah sistem mekanis aktif yang menggabungkan fungsi pertahanan, kecepatan, dan efisiensi energi. medium.com

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....