Mengenal Bunga Karang Laut: Hewan Unik yang Sering Dikira Tumbuhan

  • 30 Mei 2026 00:19 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Lautan menyimpan sejuta misteri dan keunikan makhluk hidup yang sering kali mengecoh pandangan manusia, salah satunya adalah bunga karang laut atau yang dikenal dengan nama spons laut. Bagi masyarakat awam, organisme yang hidup melekat di dasar terumbu karang ini kerap dianggap sebagai jenis tumbuhan atau lumut bawah air karena bentuknya yang kaku dan tidak berpindah tempat. Namun, dalam ilmu biologi, bunga karang laut secara mutlak diklasifikasikan sebagai hewan, bukan tumbuhan. Mereka termasuk ke dalam filum Porifera, yang berarti hewan yang memiliki tubuh berpori.

Alasan paling mendasar mengapa bunga karang dikategorikan sebagai hewan adalah karena mereka bersifat heterotrof, artinya mereka tidak dapat memproduksi makanan sendiri. Berbeda dengan tumbuhan laut yang memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari, bunga karang harus mengonsumsi organisme lain untuk bertahan hidup. Secara mikroskopis, sel-sel yang menyusun tubuh bunga karang juga tidak memiliki dinding sel selulosa khas tumbuhan, melainkan memiliki karakteristik sel hewan yang fleksibel dan terspesialisasi untuk menjalankan fungsi kehidupan.

Meskipun berstatus sebagai hewan, bunga karang memiliki anatomi yang sangat primitif karena mereka tidak mempunyai otak, jantung, darah, saraf, maupun organ dalam seperti hewan pada umumnya. Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, mereka bertahan hidup dengan cara yang sangat efisien, yaitu sebagai filter feeder atau hewan penyaring makanan. Tubuh mereka dipenuhi oleh jutaan pori kecil bernama ostium yang berfungsi menyedot air laut masuk ke dalam tubuh, di mana sel-sel khusus kemudian akan menyaring bakteri, plankton, dan nutrisi organik sebagai makanan mereka sebelum air dibuang kembali.

Keunikan lain dari hewan purba ini adalah sifat hidupnya yang disebut sesil, yaitu hidup menetap dan melekat permanen pada substrat keras seperti batu atau bangkai kapal di dasar laut setelah melewati fase larva. Karena tidak bisa bergerak atau lari untuk menyelamatkan diri dari predator, bunga karang laut mengembangkan mekanisme pertahanan diri kimiawi yang luar biasa. Banyak spesies bunga karang yang memproduksi senyawa racun atau zat kimia berbau menyengat di dalam tubuhnya agar tidak dimakan oleh ikan atau penyu, yang mana zat kimia ini kini banyak diteliti oleh manusia untuk bahan baku obat-obatan medis.

Pada akhirnya, bunga karang laut adalah bukti keajaiban evolusi yang memperlihatkan bagaimana kesederhanaan struktur tubuh justru mampu memberikan ketahanan hidup yang luar biasa. Sebagai salah satu hewan paling purba yang telah menghuni bumi selama ratusan juta tahun, peran mereka sangat vital dalam menjaga kebersihan ekosistem laut dengan menyaring ribuan liter air setiap harinya. Memahami bahwa bunga karang adalah hewan membantu kita lebih menghargai kompleksitas rantai makanan dan keanekaragaman hayati yang ada di bawah samudra. a-z animals.com

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....