Fitoplankton - Bukan Pohon, yang Menyuplai Oksigen Terbesar di Bumi

  • 28 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan Selama ini, hutan sering kali dijuluki sebagai "paru-paru dunia" karena kemampuannya menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Pohon-pohon hijau yang membentang luas di daratan dianggap sebagai produsen utama udara segar yang kita hirup setiap hari. Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa kontribusi hutan darat masih kalah jauh dibandingkan dengan kehidupan di dalam samudra. Produsen oksigen terbesar di Bumi sebenarnya adalah fitoplankton, organisme mikroba mirip tumbuhan yang hidup melayang di lapisan atas lautan.

Fitoplankton merupakan pahlawan tak terlihat yang memegang peranan krusial dalam menjaga kelangsungan hidup di planet ini. Meskipun ukurannya sangat kecil dan tidak kasat mata tanpa bantuan mikroskop, akumulasi populasi mereka di lautan sangat raksasa. Melalui proses fotosintesis yang memanfaatkan sinar matahari dan karbon dioksida di air, organisme bersel satu ini mampu menghasilkan sekitar 50 hingga 85 persen dari total oksigen yang ada di atmosfer Bumi. Angka ini jauh mengungguli seluruh hutan hujan tropis di daratan digabungkan.

Secara ekologis, fitoplankton memiliki keunggulan efisiensi yang luar biasa dibandingkan dengan pohon. Pohon di daratan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh besar dan sebagian besar oksigen yang mereka hasilkan habis dikonsumsi kembali oleh proses respirasi hutan itu sendiri serta organisme di sekitarnya. Sebaliknya, fitoplankton memiliki siklus hidup yang sangat cepat; mereka bereproduksi dengan sangat singkat dan langsung melepaskan oksigen hasil fotosintesisnya ke dalam air, yang kemudian menguap dan menyatu dengan atmosfer bumi untuk kita hirup.

Selain menjadi pabrik oksigen raksasa, fitoplankton juga berada di garis terdepan dalam menjaga keseimbangan iklim global. Mereka bertindak sebagai penyerap karbon dioksida (CO2) yang sangat efektif dari atmosfer. Ketika fitoplankton menyerap karbon untuk fotosintesis, mereka membantu mengurangi akumulasi gas rumah kaca di udara. Saat organisme ini mati, sebagian karbon yang ada di dalam tubuh mereka akan tenggelam ke dasar laut dalam, mengunci karbon tersebut selama berabad-abad dan mencegah pemanasan global yang lebih parah.

Mengetahui fakta bahwa lautan adalah produsen oksigen utama, menjaga kelestarian ekosistem laut menjadi hal yang sangat mendesak. Ancaman seperti pencemaran plastik, limbah kimia, dan fenomena pemanasan suhu laut dapat mengganggu populasi fitoplankton secara drastis. Jika ekosistem lautan rusak dan populasi mikroorganisme ini menyusut, pasokan oksigen dunia akan terancam runtuh. Oleh karena itu, frasa "paru-paru dunia" selayaknya juga disematkan kepada lautan luas, yang melalui fitoplanktonnya, terus mengalirkan napas kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di Bumi. (www.sciencedirect.com)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....