Hiu Cookiecutter, Tidak Ragu Menyerang Kapal Selam
- 30 Apr 2026 22:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Hiu cookiecutter secara ilmiah dikenal dengan nama Isistius brasiliensis, sebuah predator laut dalam yang unik karena kebiasaannya yang kadang menyerang kapal selam. Nama ini merujuk pada cara makannya yang khas, di mana hiu ini menggunakan gigi bawah yang tajam untuk memotong bongkahan daging bulat sempurna dari mangsanya. Luka yang ditinggalkan menyerupai bekas cetakan kue (cookie cutter), dan sifat agresifnya membuat hewan kecil ini tidak ragu untuk menggigit objek besar yang melintas di wilayahnya.
Alasan utama mengapa Isistius brasiliensis menyerang kapal selam berkaitan dengan metode kamuflase dan cara mereka mencari makan di kegelapan. Hiu ini memiliki organ bioluminesensi di perutnya yang menghasilkan cahaya untuk menyamar di bawah sinar bulan. Di mata predator ini, bagian kapal selam yang menonjol atau mengeluarkan radiasi panas sering kali disalahpahami sebagai mangsa besar, seperti paus atau ikan besar, sehingga mereka mendekat untuk melakukan serangan.
Hiu ini tidak mencoba menembus lambung baja kapal, melainkan mengincar bagian-bagian yang memiliki tekstur lunak. Kapal selam militer sering menggunakan material karet atau neoprena untuk membungkus peralatan sensitif seperti kubah sonar dan kabel listrik. Bagi hiu cookiecutter, tekstur material sintetis tersebut terasa sangat mirip dengan kulit atau lemak hewan laut, yang memicu insting mereka untuk mencabut potongan material tersebut dengan gigitan putarannya yang kuat.
Serangan ini pernah menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi operasional Angkatan Laut, terutama pada periode 1970-an. Gigitan pada bagian sonar dapat menyebabkan kebocoran minyak internal dan kerusakan pada sistem navigasi, yang pada saat itu sempat dikira sebagai sabotase rahasia. Karena ukuran hiu ini hanya sekitar 50 sentimeter, para ahli awalnya tidak menyangka bahwa kerusakan teknis yang merugikan tersebut disebabkan oleh seekor ikan kecil.
Sebagai solusi, para insinyur akhirnya melakukan modifikasi pada desain eksterior kapal selam untuk melindungi komponen rentan tersebut. Penggunaan lapisan fiberglass yang lebih keras dan pelindung logam tambahan pada bagian-bagian lunak berhasil mencegah kerusakan lebih lanjut dari gigi hiu ini. Meskipun Isistius brasiliensis masih menghuni lautan dan tetap bersifat oportunistik, kapal selam modern kini sudah jauh lebih tangguh dalam menghadapi gigitan "pencetak kue" dari predator laut dalam ini.(a-z-animals.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....