Cockatoo Squid - Sirip Kecil di Bagian Atas yang Menyerupai Jambul Burung Kakatua

  • 31 Mar 2026 19:08 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Cranchia scabra, yang lebih dikenal sebagai Cockatoo Squid atau cumi-cumi kakatua, adalah salah satu penghuni laut dalam yang paling unik dari famili Cranchiidae. Cumi-cumi ini mendiami zona mesopelagik hingga batipelagik, biasanya ditemukan pada kedalaman antara 500 hingga 2.000 meter di seluruh samudra tropis dan subtropis. Namanya diambil dari bentuk tubuhnya yang bulat gempal dan sirip kecil di bagian atas yang menyerupai jambul burung kakatua, memberikan tampilan yang sangat berbeda dibandingkan cumi-cumi pelagik lainnya yang biasanya ramping.

Ciri fisik yang paling mencolok dari Cockatoo Squid adalah tubuhnya yang hampir sepenuhnya transparan. Transparansi ini merupakan bentuk kamuflase tingkat tinggi yang disebut "invisible cloak" (jubah tak terlihat) untuk menghindari predator di zona remang-remang laut dalam. Selain itu, kulitnya ditutupi oleh bintil-bintil kecil berbahan kartilago yang kasar, yang memberikan tekstur unik dan perlindungan tambahan. Karena tubuhnya tembus pandang, organ dalam seperti kelenjar pencernaan sering kali terlihat sebagai satu-satunya bagian yang berwarna di tengah kegelapan air.

Salah satu adaptasi paling cerdas dari cumi-cumi ini adalah penggunaan bioluminesensi untuk menghilangkan bayangan tubuhnya. Di bawah matanya yang besar, terdapat organ penghasil cahaya yang disebut fotofor. Fotofor ini memancarkan cahaya redup yang intensitasnya disesuaikan dengan cahaya samar dari permukaan air (proses yang disebut counter-illumination). Strategi ini sangat krusial agar predator yang melihat dari bawah tidak dapat mendeteksi siluet tubuh cumi-cumi ini di atas mereka, menjadikannya pemburu yang nyaris tak terlihat.

Dalam hal pertahanan diri, Cockatoo Squid memiliki perilaku yang sangat tidak biasa, yaitu kemampuan untuk menarik kepala dan tentakelnya ke dalam rongga mantel yang berisi air. Saat merasa terancam, mereka akan membengkak menjadi bola yang hampir sempurna, mirip dengan mekanisme pertahanan ikan buntal. Perubahan bentuk ini tidak hanya membuat mereka terlihat lebih besar dan sulit ditelan oleh predator, tetapi juga menyembunyikan bagian tubuh yang paling lunak dan rentan di balik lapisan mantel yang lebih keras dan kasar.

Siklus hidup Cockatoo Squid mencerminkan tantangan besar hidup di kedalaman samudra. Mereka mengandalkan amonia yang tersimpan dalam kantung khusus di dalam tubuhnya untuk menjaga daya apung netral, sehingga mereka bisa melayang tanpa harus terus-menerus berenang. Sebagai predator kecil, mereka memakan zooplankton dan krustasea kecil yang lewat dengan menggunakan tentakel pendek namun cekatan. Meskipun ukurannya relatif kecil, keberadaan mereka merupakan bagian penting dari rantai makanan laut dalam, menghubungkan produsen mikroskopis dengan predator yang lebih besar di kegelapan abadi. (scientificamerican.com)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....