Deep Red Jellyfish - sering dijuluki sebagai ubur-ubur "alien"
- 31 Mar 2026 17:52 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Crossota, atau yang sering disebut sebagai Deep Red Jellyfish, adalah genus ubur-ubur dari kelas Hydrozoa yang mendiami kedalaman ekstrem samudra. Spesies yang paling terkenal dalam genus ini adalah Crossota norvegica, yang sering dijuluki sebagai ubur-ubur "alien" karena penampilannya yang sangat unik dan mencolok di tengah kegelapan laut dalam. Mereka biasanya ditemukan di zona batipelagik hingga abisal, mulai dari kedalaman 1.000 hingga lebih dari 4.000 meter, termasuk di perairan dingin Samudra Arktik.
Ciri khas yang paling menonjol dari ubur-ubur ini adalah warna merah darah atau merah tua yang sangat pekat pada bagian payung (bell) dan tentakelnya. Warna merah ini bukan sekadar hiasan, melainkan adaptasi evolusioner yang cerdas untuk bertahan hidup. Di laut dalam yang tidak terjangkau cahaya matahari, warna merah berfungsi sebagai bentuk kamuflase yang sempurna karena spektrum cahaya merah adalah yang pertama kali diserap oleh air, sehingga membuat tubuh ubur-ubur ini tampak hitam pekat dan tidak terlihat oleh predator maupun mangsa.
Secara morfologi, Crossota memiliki tubuh yang relatif kecil, biasanya hanya berdiameter sekitar 2 hingga 4 sentimeter. Bagian payungnya berbentuk seperti kubah yang dikelilingi oleh banyak tentakel halus dan panjang yang berjumlah ratusan. Berbeda dengan banyak jenis ubur-ubur lainnya yang memiliki siklus hidup kompleks antara fase polip yang menempel dan medusa yang berenang, genus Crossota menghabiskan seluruh hidupnya sebagai medusa yang melayang bebas di kolom air (planktonik), tanpa pernah melewati fase polip.
Siklus reproduksi mereka juga sangat unik, terutama pada spesies Crossota millsae yang diketahui bersifat vivipar. Hal ini berarti induk ubur-ubur menyimpan dan membesarkan larva atau bayi medusa di dalam ruang sub-umbrellar (di bawah payungnya) hingga mereka cukup besar untuk dilepaskan ke kolom air. Strategi pengasuhan ini sangat jarang ditemukan pada ubur-ubur dan merupakan adaptasi penting untuk memastikan kelangsungan hidup keturunan di lingkungan laut dalam yang sangat keras dan minim sumber daya.
Sebagai predator di kegelapan abadi, Crossota mengandalkan tentakelnya yang dilengkapi dengan sel penyengat (nematosista) untuk melumpuhkan zooplankton kecil yang lewat di dekatnya. Mereka sering terlihat melayang dengan tenang, menghemat energi sebanyak mungkin di lingkungan yang bersuhu sangat dingin (sekitar 3 hingga 4 derajat celcius). Keindahan warna merahnya yang kontras dengan kegelapan samudra menjadikan Crossota salah satu makhluk paling ikonik yang sering tertangkap oleh kamera kendaraan bawah air (ROV) dalam misi eksplorasi laut dalam. (ocean.si.edu)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....