Squidworm - Seolah gabungan karakteristik dari dua hewan yang berbeda
- 29 Mar 2026 16:18 WIB
- Nunukan
Teuthidodrilus samae, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Squidworm (cacing cumi-cumi), adalah spesies cacing laut dalam yang unik dan baru ditemukan pada tahun 2007 di Laut Sulawesi. Makhluk ini ditemukan oleh para peneliti dari Scripps Institution of Oceanography menggunakan kendaraan yang dioperasikan jarak jauh (ROV) pada kedalaman hampir 3.000 meter. Penemuan ini sempat mengejutkan dunia sains karena bentuk fisiknya yang sangat tidak biasa, seolah menggabungkan karakteristik dari dua hewan yang berbeda.
Ciri fisik yang paling mencolok dari Squidworm adalah sepuluh tentakel panjang yang tumbuh dari bagian kepalanya, yang membuatnya sekilas terlihat seperti cumi-cumi. Tentakel-tentakel ini sebenarnya adalah organ sensorik yang sangat sensitif, yang digunakan untuk mendeteksi getaran dan bahan kimia di lingkungan sekitarnya. Dengan tubuh sepanjang sekitar 9 sentimeter, makhluk ini memiliki penampilan yang transparan dengan warna kecokelatan yang khas, serta barisan bulu halus (parapodia) di sepanjang sisinya yang berfungsi sebagai alat renang.
Berbeda dengan banyak kerabat cacing tanah atau cacing laut dangkal, Squidworm adalah perenang aktif di zona pelagik laut dalam, tepatnya di atas dasar laut. Ia menggunakan barisan dayung kecil yang menyerupai rambut di sisi tubuhnya untuk bergerak dengan anggun di kolom air. Strategi hidup ini memungkinkannya untuk berpindah tempat secara efisien guna mencari sumber nutrisi di lingkungan yang sangat luas dan gelap gulita, di mana sumber makanan sangat jarang ditemukan.
Meskipun penampilannya menyerupai predator, Squidworm sebenarnya adalah pemakan partikel organik atau "salju laut." Ia menggunakan tentakel di kepalanya untuk menyaring sisa-sisa organisme, plankton mati, dan materi organik lainnya yang tenggelam dari permukaan laut ke kedalaman samudra. Selain tentakel sensorik, ia juga memiliki enam pasang organ yang lebih pendek yang berfungsi sebagai alat bantu navigasi dan pengumpul makanan, menunjukkan spesialisasi evolusi yang sangat maju untuk bertahan hidup di kedalaman ekstrem.
Secara taksonomi, Squidworm termasuk dalam kelas Polychaeta, namun ia mewakili garis keturunan yang sangat terspesialisasi sehingga para ilmuwan harus menciptakan genus baru untuk mengklasifikasikannya. Keberadaan makhluk ini di wilayah Segitiga Terumbu Karang mempertegas posisi kawasan tersebut sebagai pusat keanekaragaman hayati laut yang paling kaya di dunia. Penemuan ini terus menginspirasi para peneliti untuk mengeksplorasi lebih jauh misteri yang masih tersembunyi di palung-palung terdalam samudra kita.(naturerules1.fandom.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....