Hiu Berjumbai penyandang gelar Fosil Hidup
- 29 Mar 2026 15:55 WIB
- Nunukan
Chlamydoselachus anguineus, atau yang lebih dikenal sebagai Frilled Shark (hiu berjumbai), merupakan salah satu spesies hiu paling primitif yang masih hidup hingga saat ini. Sering dijuluki sebagai "fosil hidup", penampilannya hampir tidak berubah selama jutaan tahun, menjadikannya jendela berharga ke masa prasejarah laut. Ikan ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada abad ke-19, namun karena habitatnya yang sangat dalam, pertemuan manusia dengan spesies ini tetap menjadi peristiwa yang sangat langka.
Ciri fisik yang paling mencolok dari hiu ini adalah bentuk tubuhnya yang panjang dan silindris, menyerupai belut atau ular laut daripada hiu modern pada umumnya. Nama "frilled" berasal dari enam pasang celah insang yang memiliki pinggiran berenda atau berjumbai di bagian tenggorokan. Selain itu, hiu ini memiliki kepala yang lebar dengan mulut yang sangat besar, serta sirip punggung, perut, dan dubur yang terletak jauh di bagian belakang tubuh, memberikan dorongan kuat saat ia meluncur di air.
Keunikan lain terletak pada susunan giginya yang sangat spesifik dan mengerikan. Hiu berjumbai memiliki sekitar 300 gigi berbentuk trisula yang tersusun dalam 25 baris. Gigi-gigi ini sangat tajam dan melengkung ke arah dalam, yang dirancang khusus untuk mencengkeram mangsa yang licin seperti cumi-cumi atau ikan kecil. Begitu mangsa terjebak di dalam mulutnya, hampir tidak ada kemungkinan bagi korban tersebut untuk meloloskan diri dari barisan "kait" yang rapat tersebut.
Hiu berjumbai menghuni zona batial di kedalaman antara 500 hingga 1.500 meter, meskipun terkadang ditemukan lebih dekat ke permukaan. Di lingkungan yang gelap dan bertekanan tinggi ini, mereka bergerak dengan cara berenang yang anggun namun mematikan. Para ilmuwan meyakini bahwa mereka berburu dengan cara menyergap mangsa, memanfaatkan tubuhnya yang fleksibel untuk menerjang ke depan seperti ular yang menyerang, sebuah metode yang sangat efektif di dasar samudra yang sunyi.
Secara reproduksi, hiu ini memiliki masa kehamilan yang sangat luar biasa, yang diperkirakan bisa mencapai 3,5 tahun, durasi terlama di antara semua vertebrata. Mereka bersifat ovovivipar, di mana embrio berkembang di dalam telur yang menetas di dalam rahim induknya sebelum dilahirkan sebagai anak hiu yang mandiri. Karena siklus hidupnya yang lambat dan habitat yang spesifik, spesies ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas penangkapan ikan komersial yang menggunakan jaring pukat laut dalam. (wiseoceans.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....