Sacoglossa - Siput Laut Bertenaga Surya

  • 30 Jan 2026 18:31 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Siput Sacoglossa, atau yang sering dijuluki sebagai siput laut bertenaga surya, merupakan kelompok moluska laut unik yang sebagian besar anggotanya tidak memiliki cangkang saat dewasa. Mereka memiliki hubungan ekologis yang sangat erat dengan alga laut, karena kelompok ini merupakan spesialis pemakan cairan tumbuhan. Dengan menggunakan gigi tunggal yang disebut radula untuk menusuk dinding sel alga, mereka menghisap isi selnya. Keunikan cara makan ini membuat mereka berbeda dari kebanyakan gastropoda lain yang cenderung mengikis permukaan makanan mereka.

Fenomena paling menakjubkan dari Sacoglossa adalah kemampuan mereka melakukan kleptoplasti. Setelah memakan alga, beberapa spesies seperti Elysia chlorotica tidak mencerna kloroplas (organel penghasil klorofil) dari alga tersebut, melainkan menyimpannya di dalam jaringan tubuh mereka. Kloroplas yang "dicuri" ini tetap berfungsi dan terus berfotosintesis di dalam tubuh si siput. Hal ini memungkinkan siput tersebut mendapatkan energi langsung dari sinar matahari, sehingga mereka bisa bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan, layaknya sebuah tanaman yang hidup.

Secara visual, siput Sacoglossa sering kali memiliki warna hijau cerah yang berasal dari pigmen klorofil alga yang mereka konsumsi. Bentuk tubuh mereka sangat bervariasi; beberapa spesies memiliki struktur mirip sayap yang disebut parapodia yang menutupi punggung mereka, sementara yang lain memiliki cerata atau tonjolan-tonjolan unik. Adaptasi warna ini berfungsi sebagai kamuflase yang sangat efektif, membuat mereka hampir tidak terlihat saat berada di antara hamparan rumput laut atau alga hijau, sehingga terlindung dari ancaman predator.

Kelompok ini dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan keberadaan cangkangnya, yaitu kelompok yang bercangkang (testaceous) dan yang tidak bercangkang (naked). Spesies yang masih memiliki cangkang biasanya berukuran sangat kecil dan dianggap sebagai bentuk primitif dalam jalur evolusi Sacoglossa. Seiring perkembangan evolusinya, sebagian besar spesies melepaskan cangkang mereka untuk mendapatkan fleksibilitas gerak yang lebih baik, yang kemudian diimbangi dengan perlindungan kimiawi berupa sekresi racun atau lendir yang tidak disukai oleh ikan pemangsa.

Di dalam ekosistem laut, Sacoglossa berperan sebagai konsumen tingkat pertama yang membantu mengontrol pertumbuhan populasi alga. Karena ketergantungan mereka yang sangat tinggi pada jenis alga tertentu, keberadaan mereka di suatu perairan dapat menjadi indikator kesehatan padang lamun atau terumbu karang. Mempelajari Sacoglossa memberikan wawasan luar biasa bagi para ilmuwan mengenai transfer gen horizontal dan bagaimana biologi hewan dapat mengadopsi mekanisme fotosintesis tumbuhan, sebuah keajaiban alam yang menggabungkan dua kerajaan kehidupan yang berbeda.(marinemadnessdotblog.wordpress.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....