Beras asal Sulawesi Selatan di Kabupaten Nunukan Alami kekosongan
- 16 Sep 2026 11:52 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan Dior Frames menyampaikan berdasarkan pantauan di pasar sentral inhutani di beberapa titik ketersediaan beras asal Sulawesi Selatan mengalami kekosongan, hal ini dikarenakan permintaan menurun di daerah.
“Maksudnya di dalam Nunukan sendiri untuk kebutuhan beras dari Sulawesi menurun ini sedang saya evaluasi karena mengingat kebutuhan beras kita itu masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya jadi ada penurunan pesanan jadi jumlah masuknya beras ke Nunukan saya lihat beberapa titik tapi hanya pantauan pasar inhutani, saya belum ke gudang-gudang beras yang di luar seperti kemakmuran, dan lain-lain saya baru memantau diseputaran inhutani”, ucapnya, Rabu, (16/9/2026).
Ia juga mengatakan beras asal Sulawesi Selatan mengalami kenaikan harga per kilonya Rp.16 ribu, sehingga ada beberapa competitor yang harganya lebih rendah, yang memberikan kepada masyarakat, apalagi dengan situasi ekonomi seperti ini maka konsumen akan mencari harga beras yang lebih murah.
“Kita itu fluktuasi ya naik turunnya itu kita itu dari tahun lalu mulai di Rp.12.500, Rp.13 ribu, Rp13.500,- Rp14.500 sampai akhirnya di titik Rp.16 ribu per kilonya, kalau untuk dua tahun terakhir memang harga beras belum pernah mengalami penurunan”, ujarnya.
Ketika ditanyakan terkait beras bulog, Ia menyebut jika beras bulog merupakan bantuan dari pemerintah yang disalurkan melalui masing-masing kelurahan dan tidak dapat di jual. Disisi lain ada juga kebutuhan masyarakat di beberapa titik menggunakan beras dari negeri tetangga Malaysia, hal ini dikarenakan Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan dengan menggunakan perdagangan lintas batas. (DR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....