Sekolah Kembali Normal, Nunukan Hentikan Pembelajaran dari Rumah

  • 07 Sep 2026 10:07 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Pembelajaran tatap muka seluruh jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di Nunukan kembali normal.
  • Keputusan diambil setelah kondisi asap karhutla berangsur membaik dan kasus ISPA tidak meningkat.
  • Sekolah tetap mengurangi aktivitas luar ruangan sebagai langkah antisipasi dampak asap.

RRI.CO.ID, Nunukan - Pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan Nunukan kembali diberlakukan setelah kondisi asap membaik. Kebijakan tersebut berlaku mulai 7 September 2026 untuk PAUD, TK, SD, dan SMP.

Sebelumnya, pembelajaran dari rumah diterapkan akibat kondisi asap karhutla di sejumlah wilayah Nunukan. Keputusan pembukaan kembali sekolah dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan pimpinan daerah. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Hj Erlina, Senin (07/09/2026).

"Terhitung pada hari ini tanggal 7 September 2026 dimana untuk semua satuan pendidikan tingkat PAUD, TK, SD dan SMP telah diberlakukan untuk pembelajaran tatap muka. Hal tersebut diputuskan setelah hasil koordinasi dengan baik dinas teknis terkait mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, juga level pimpinan mulai Asisten 1, Sekda, Bupati dimana hasil perkembangan Alhamdulillah tingkat penyebaran asap mulai berkurang dan kondisi juga sedang. Kemudian juga tingkat pasien terkait masalah ISPA juga Alhamdulillah tidak ada peningkatan dalam satu minggu ini." ujarnya.

Meski pembelajaran tatap muka kembali berjalan, sekolah diminta tetap mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan siswa dan guru.

Pada hari pertama pembelajaran normal, sejumlah kegiatan luar ruangan juga ditiadakan, termasuk pelaksanaan upacara bendera. Guru SDN 007 Nunukan Asnaeni menjelaskan sebelumnya memberikan tugas kepada siswa selama pembelajaran dari rumah.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah mulai belajar normal seperti biasanya akan tetapi kita tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan seperti tadi tidak ada upacara bendera jadi lebih ke pembelajaran di dalam kelas. Dan beberapa hari yang lalu kita melaksanakan kegiatan belajar di rumah, jadi para guru memberikan tugas pembelajaran melalui grup kelas masing-masing." ujarnya.

Pembelajaran tatap muka akan tetap memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan dan kesehatan siswa. Sekolah juga diharapkan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....