BP3MI Kaltara Buka Peluang Kerja Luar Negeri bagi Alumni SMK

  • 29 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BP3MI Kaltara membuka peluang kerja luar negeri bagi alumni SMK dan SMA Nunukan.
  • Program SMK Go Global diarahkan membantu pemerintah menekan angka pengangguran.
  • Informasi peluang kerja akan disebarluaskan melalui jaringan sekolah di Kaltara dan Kaltim.

RRI.CO.ID, Nunukan - BP3MI Kalimantan Utara membuka peluang kerja luar negeri bagi alumni SMK dan SMA Nunukan. Program tersebut menjadi salah satu upaya membantu pemerintah menekan angka pengangguran daerah.

Informasi peluang kerja akan disebarluaskan melalui jaringan kepala sekolah SMK se-Kaltara dan Kaltim. Alumni yang berminat dapat menghubungi BP3MI Kaltara untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kelembagaan dan Kerjasama BP3MI Kaltara, Usman Affan, Sabtu (29/8/2026).

“Mudah-mudahan adik-adik kita yang alumni, silahkan hubungi kami, kantor kami. Nanti kami bisa sebarluaskan juga. Karena kami punya grup SMK, Kepala Sekolah SMK, se-Kalimantan Utara dan se-Kalimantan Timur. Kita ada media grup. Jadi semua informasi melalui sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Program SMK Go Global menyasar lulusan yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri. Lulusan SMK dinilai memiliki kemudahan karena telah dibekali keterampilan sesuai bidang kejuruan.

BP3MI juga membuka kesempatan bagi lulusan SMA untuk mengikuti program tersebut. Peserta dari SMA akan mendapat peningkatan kapasitas sesuai minat dan kemampuan bekerja.

“Jadi harapan kita untuk tahun ini adalah anak nunukan yang bisa mau bekerja di luar negeri. Karena ini juga program kami ini membantu pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran di daerah. Inilah salah satu upaya kita, hadirnya kami mewakili negara untuk PMI kita,” katanya.

BP3MI Kaltara akan memberikan informasi peluang kerja melalui sekolah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan memudahkan alumni memperoleh akses informasi bekerja di luar negeri.

“Kita tidak menutup SMA, SMA juga bisa. Karena nanti kalau SMK itu agak lebih mudah. Karena mereka sudah kejuruan. Tapi kalau SMA tidak masalah, nanti kita berikan juga peningkatan kapasitasnya. Keinginan dan kemampuan di mana dia berminat untuk bekerja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....