SMK Go Global Siapkan Sembilan Alumni Kaltara ke Luar Negeri

  • 28 Agt 2026 06:38 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BP3MI Kaltara menjaring 29 alumni SMK untuk program SMK Go Global.
  • Sembilan alumni dinilai serius dan diusulkan mengikuti peningkatan kapasitas.
  • Peserta diproyeksikan bekerja di Jepang atau Korea setelah mengikuti pelatihan.

RRI.CO.ID, Nunukan - Program SMK Go Global menyiapkan sembilan alumni SMK Kalimantan Utara bekerja di luar negeri. Sembilan peserta tersebut dipilih setelah mengikuti proses penjaringan yang dilakukan sejak 2025.

Sebanyak 29 alumni SMK dari sejumlah wilayah Kaltara telah mengisi formulir pendaftaran program SMK Go Global. Peserta berasal dari Tarakan, Tanjung Selor, Malinau, dan wilayah lainnya. Hal ini disampaikan Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama BP3MI Kalimantan Utara, Usman Affan, S.E., Jum’at (28/8/2026).

“Sekarang program yang SMK saya sampaikan tadi, sekarang ini kami sudah merasakan tahapan itu mempersiapkan anak-anak kita yang alumni yang melalui formulir yang telah kami sebarluaskan tahun 2025 itu sebanyak 29 orang. Anak-anak yang di wilayah Kaltara. Baik itu Tarakan, Tanjung Selor, Malinau, dan yang lainnya.” ujarnya.

Dari 29 peserta tersebut, BP3MI Kaltara kemudian mengidentifikasi alumni yang benar-benar memiliki komitmen bekerja di luar negeri. Hasil seleksi awal menetapkan sembilan alumni untuk diproses dalam program peningkatan kapasitas.

“Nah dari 29 itu, ternyata yang memiliki keseriusan, yang memiliki komitmen, yang serius benar-benar mau bekerja di luar negeri, itu ada 9 orang. Nah, 9 orang inilah yang kami sekarang godok, yang kita usulkan di pusat untuk mereka diprogramkan dalam rangka peningkatan kapasitas anak-anak kita.” katanya.

Peningkatan kapasitas mencakup kompetensi teknis dan kemampuan bahasa sesuai kebutuhan negara tujuan. Sembilan peserta tersebut juga diproyeksikan mengikuti pelatihan lanjutan yang lebih komprehensif.

“Nah nanti kita menunggu petunjuk dari pusat, 9 anak ini mungkin kita berangkatkan ke Jawa Barat atau ke Jakarta untuk mereka mengikuti pelatihan-pelatihan yang lebih komprehensif lagi, yang akan diproyeksikan untuk bekerja tahun ini juga rencananya. Tergantung nanti pusat mereka akan memilih negara mana yang mereka tuju. Apakah itu Korea, apakah itu Jepang, sesuai dengan kompetensi tadi bahasa.” ujarnya.

Penentuan negara tujuan dan lokasi pelatihan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Program tersebut ditargetkan dapat mempersiapkan peserta untuk bekerja di luar negeri pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....