DPRD Kaltara Soroti Kerusakan Pelabuhan Liem Hie Djung
- 24 Agt 2026 06:24 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Kondisi Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan, kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Utara.
- Sejumlah fasilitas pelabuhan mengalami kerusakan dan diperbaiki secara swadaya oleh petugas.
- Pemerintah provinsi disebut pernah menyiapkan anggaran sekitar Rp160 juta untuk perbaikan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Kondisi Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan, menjadi sorotan DPRD Kalimantan Utara. Sejumlah fasilitas pelabuhan mengalami kerusakan dan perbaikannya dilakukan secara swadaya oleh petugas.
Kerusakan Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan terutama terjadi pada sejumlah ponton yang berulang kali mengalami kebocoran. Petugas pelabuhan bahkan mengumpulkan dana pribadi untuk memperbaiki fasilitas yang rusak. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kaltara Arming, S.H dalam Dialog Interaktif RRI Nunukan, Minggu (23/08/2026).
"Saya mengapresiasi teman-teman yang berada di PLBL yang bertugaskan, mereka bahu-membahu dengan menggunakan dana pribadi, swadaya, mengumpulkan uang dari teman-teman yang bekerja di situ sebagai ASN maupun non-ASN, ada PPPK paruh-waktu. Saya mengapresiasi, karena sejauh ini kerusakan yang terjadi di pelabuhan PLBL, ini teman-teman turun tangan sendiri." ucapnya.
Arming mengatakan kerusakan ponton terjadi berulang kali dan membutuhkan penanganan lebih serius. Perbaikan sementara dilakukan petugas menggunakan dana yang dikumpulkan secara swadaya.
Selain kebocoran ponton, kondisi fisik bangunan juga mulai mengalami kerusakan. Atap dan sejumlah tiang pada Ponton 2 disebut mulai keropos dan berisiko terhadap keselamatan pengguna.
"dan saya sempat menelpon kepala dinas, kepala dinas perhubungan provinsi, Pak Haji Idham, Pak Haji Idham sampaikan bahwa pada waktu itu ada anggaran kurang lebih Rp160 juta, itu anggaran untuk renovasi, untuk perbaikan." katanya.
Arming menyebut anggaran tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara Haji Idham. Namun, ia kembali menyoroti kerusakan ponton yang terus berulang meski telah dilakukan perbaikan.
"Tapi saya rasa jembatan ini berulang-ulang, berulang-ulang ponton bocor, ponton 1, ponton 2, bahkan bocor. Teman-teman berupaya melakukan perbaikan dengan cara seadanya. Disemen oleh mereka, dikuras lagi, begitu bocor, lalu kembali. Yang baru-baru saya datang monitoring, itu bahkan di ponton 2 itu hampir rubuh sudah. Kondisi hampir rubuh itu atapnya, tiang-tiang sudah mulai keropos dan sebagai teman-teman kembali kumpul uang." ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....