Delapan Armada Rusak, Sampah Nunukan Mulai Tak Terangkut Sesuai Jadwal
- 20 Agt 2026 12:45 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pengangkutan sampah di wilayah perkotaan Kabupaten Nunukan mulai terkendala akibat terbatasnya armada yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dari 13 armada yang sebelumnya digunakan, kini hanya lima kendaraan yang masih beroperasi untuk melayani seluruh rute pengangkutan.
Kepala DLH Kabupaten Nunukan, Dokter Tololiu dalam Forum Konsultasi Publik mengatakan, delapan armada lainnya mengalami kerusakan dan belum dapat digunakan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala DLH untuk melakukan perbaikan terhadap kendaraan tersebut.
Kondisi itu mengakibatkan lima armada yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk melayani 13 rute pengangkutan sampah di wilayah perkotaan. Akibatnya, pengangkutan tidak dapat dilakukan sesuai jadwal dan sejumlah titik tidak diakomodir kendaraan jika sudah penuh.
“Kalau dulu waktu masih ada 13 unit, itu semuanya melayani sesuai titik, sekarang ini hanya ada lima unit, jadi kadang kalau sudah penuh, ada titik yang terlewat,” kata Dokter Tololiu, Kamis (20/8/2026).
Menurut Tololiu, persoalan keterbatasan armada membuat penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan petugas pengangkut. Masyarakat juga perlu mengurangi sampah yang masuk ke TPS dengan memilah sampah dari rumah.
Menurutnya, sampah yang masih dapat diolah, sebaiknya tidak langsung dibuang ke TPS. Pemilahan dari rumah dinilai dapat mengurangi volume sampah yang harus diangkut petugas sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
“Yang masih bisa diolah jangan dibuang ke TPS, kita harus mulai membudayakan ini karena mau sampai kapan semuanya dibuang ke tempat sampah,” ujarnya.
Selain persoalan armada, DLH Nunukan juga menghadapi masalah lain karena daya tampung TPA saat ini mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat pengurangan sampah dari sumbernya perlu dilakukan agar tidak seluruh sampah rumah tangga masuk ke TPA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....