Pembudidaya Nunukan Nilai Pelampung Ramah Lingkungan Tidak Cocok di Arus Deras

  • 13 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Rencana pemerintah mengganti pelampung rumput laut berbahan botol plastik dengan pelampung ramah lingkungan mendapat catatan dari pembudidaya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Salah seorang pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, Salik menilai pelampung berukuran besar dan lebih berat justru kurang sesuai digunakan di perairan dengan arus deras, karena berisiko membuat rumput laut tenggelam.

“Aih, tenggelam rumput kalau yang pelampung kaya bola itu, karena dia berat kan, ndak cocok kalau arus deras,” kata Salik, Kamis (13/8/2026).

Selain persoalan berat, pembudidaya juga mengaku kesulitan saat melakukan perawatan. Pelampung ramah lingkungan dinilai lebih sulit dibersihkan ketika terserang hama tiram, dibandingkan pelampung dari botol plastik yang lebih ringan dan mudah dilepas dari tali.

Salik mengatakan, pembudidaya sebenarnya memahami penggunaan botol plastik dalam jangka panjang dapat menimbulkan persoalan lingkungan. Namun, dari sisi teknis budidaya, botol bekas air mineral masih dianggap lebih praktis digunakan.

“Kalau kena tiram dia susah bukanya, beda dengan plastik botol karena ini kan ringan. Memang botol ini tidak tahan sampai puluhan tahun, tapi lebih nyaman kita pakai begini,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana merevitalisasi penggunaan pelampung rumput laut berbahan botol plastik menjadi pelampung ramah lingkungan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah plastik bekas pelampung yang tidak lagi digunakan dan mencemari kawasan pesisir.

Namun, masukan pembudidaya menunjukkan bahwa penggantian pelampung perlu mempertimbangkan kondisi perairan dan kemudahan penggunaannya agar tidak mengganggu proses budidaya rumput laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....