Pelampung Rumput Laut di Nunukan Akan Diganti, Tekan Sampah Plastik di Laut

  • 12 Agt 2026 10:32 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan revitalisasi pelampung rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pelampung yang selama ini menggunakan botol bekas kemasan air mineral akan diganti dengan pelampung ramah lingkungan yang memiliki masa pakai hingga 15 tahun.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, Umboro Hadi Suseno mengatakan, penggantian ini dilakukan karena pelampung berbahan botol plastik hanya mampu bertahan sekitar dua siklus budidaya atau kurang lebih tiga bulan. Setelah tidak bisa digunakan, botol-botol tersebut menjadi sampah dan menumpuk di sepanjang bibir pantai Nunukan.

"Penggunaan botol plastik bekas sebagai pelampung berpotensi meningkatkan pencemaran di wilayah perairan Nunukan, makanya itu akan direvitalisasi dengan yang ramah lingkungan,” kata Umboro, Rabu (12/8/2026).

Menurut Umboro, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pencemaran plastik di wilayah perairan Kabupaten Nunukan. Terlebih, Nunukan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia, dengan aktivitas budidaya yang melibatkan ribuan pelaku usaha.

Umboro menyebut, saat ini Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan tengah melakukan pendataan terhadap pembudidaya rumput laut. Diperkirakan ada sekitar empat ribu pelaku usaha dengan luas area tanam mencapai sekitar 29 hektare.

"Nah, ini sekarang kita data semua pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, termasuk yang perorangan untuk kami sampaikan ke pusat," ujarnya.

Umboro menjelaskan, harga pelampung ramah lingkungan memang lebih mahal dibandingkan botol plastik bekas. Namun, pemerintah pusat akan memberikan dukungan melalui pinjaman lunak kepada pembudidaya.

Revitalisasi pelampung ini akan mengubah penggunaan botol plastik yang selama ini menjadi limbah setelah hanya tiga bulan digunakan. Pelampung baru dengan masa pakai hingga 15 tahun diharapkan dapat menekan sampah plastik sekaligus membuat aktivitas budidaya rumput laut lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....