SPPG BAS Batasi Jam Kerja Relawan Maksimal Delapan Jam

  • 27 Jul 2026 14:36 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID Nunukan: Seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat program (MBG) yang kini hampir menembus 3.000 porsi per hari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera (BAS) Nunukan melakukan pengelolaan sumber daya manusia.

Dengan menerapkan manajemen waktu operasional untuk memastikan seluruh relawan tidak bekerja melebihi durasi 8 jam sehari. Penanggung jawab SPPG Bukit Arung Sejahtera, Sumari menjelaskan demi menjaga stamina dan kebugaran tubuh para relawan agar tetap dalam kondisi prima (fit).

Dalam menyelesaikan kerja dapur berskala besar membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi. Salah satunya melalui terobosan adalah simulasi operasional pada divisi pencucian wadah makan (ompreng).

Sumari mengungkapkan beberapa fasilitas SPPG daerah lain, proses pencucian ompreng dapat memakan waktu yang sangat lama, melalui sistem tim dan kekompakan, proses pencucian ompreng dapat diselesaikan kurang dari 8 jam.

"melalui Pengaturan jam kerja tersebut membantu relawan menjaga stamina dalam kondisi fit. Dengan disiplin pelayanan MBG untuk ribuan anak sekolah dapat berjalan optimal setiap hari," Ujar Sumari, Senin (27/07/2026).

Untuk memastikan makanan tersaji tepat waktu tanpa membebani relawan pada satu shift panjang, SPPG BAS menerapkan alur pembagian waktu kerja terstruktur setiap divisi. Pukul 17.00 (Divisi Persiapan) mulai masuk sore hari untuk memproses bahan baku.

Pukul 02.00 WITA (Divisi Memasak) tiba di dapur saat seluruh bahan dari divisi persiapan telah selesai diolah. Pukul 05.00 WITA (Divisi Pemorsian) bersiaga (standby) untuk memasukkan makanan yang selesai dimasak ke dalam ompreng.

Pukul 08.00 WITA (Divisi Pengantaran)Tim armada logistik masuk dan langsung mendistribusikan porsi makanan bergizi ke sekolah-sekolah tujuan. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....