Capaian Cek Kesehatan Gratis Rendah, Dinkes Lakukan Jemput Bola

  • 09 Jun 2026 13:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan menjadi tantangan yang dihadapi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan. Hal ini mengakibatkan capaian program Cek Kesehatan Gratis atau CKG pada tahun 2025 masih rendah sekitar 15 persen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Nunukan menginstruksikan seluruh puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan dengan sistem jemput bola. Petugas kesehatan diminta aktif mendatangi masyarakat dibanding hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.

Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj. Miskia mengatakan sebagian besar masyarakat datang berobat ketika sudah merasakan sakit. Padahal banyak penyakit dapat dicegah atau ditangani lebih cepat jika terdeteksi sejak awal melalui pemeriksaan rutin.

"Mereka itu datang ke faskes pada saat sakit saja, bagusnya itu rajin mengecek setiap bulan, minimal di Posyandu supaya kesehatannya bisa terkontrol, misalnya kalau hipertensi itu dibiarkan maka bisa jadi penyakit jantung," kata Hj. Miskia, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pola pikir masyarakat yang baru memeriksakan kesehatan saat sakit berpotensi membuat penyakit terlambat ditangani. Akibatnya, risiko komplikasi dan biaya pengobatan yang harus ditanggung juga bisa semakin besar.

”Misalnya ada gejala hipertensi, itu kalau tidak terdeteksi cepat dna dibiarkan maka akan jadi penyakit parah, bisa ke jantung,” ujarnya.

Untuk itu, puskesmas diminta memanfaatkan setiap kegiatan yang melibatkan banyak warga untuk membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Selain memberikan pelayanan, petugas juga melakukan edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Hj. Miskia menilai strategi jemput bola efektif untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini juga diharapkan mampu menjangkau warga yang selama ini jarang mengakses layanan kesehatan.

Tahun ini, Kabupaten Nunukan menargetkan 50 persen dari total penduduk sekitar 235 ribu jiwa mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan deteksi dini penyakit dan membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....