Tips Merintis UMKM dengan Modal Kecil dari Lombok Orchid

  • 16 Okt 2024 16:07 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Perjalanan bisnis Indah Trisnawati, pemilik Lombok Orchid, bisa dibilang telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pelaku UMKM. Indah berbagi pengalamannya selama 14 tahun mengembangkan bisnis anggrek ini. SImak tips mengelola modal usaha bagi pelaku UMKM baru dari owner Lombok Orchid berikut ini.

Jangan Fokus Modal Besar

Menurut Indah, banyak orang salah kaprah dengan anggapan bahwa memulai bisnis harus dilakukan dengan investasi besar sejak awal. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak serta merta dibenarkan.

“UMKM sering kali menghabiskan banyak modal di awal. Mau buka bisnis tuh pikirannya cari ruko dulu, kebun dulu, ngumpulin modal besar,” bagi Indah kepada RRI, Rabu (16/10/2024).

Padahal, cara yang lebih bijak adalah memulai dengan modal kecil, seperti menjadi dropshipper atau reseller. Ia mencontohkan bisnis yang ia tekuni selama 14 tahun ini dibangun dari menjualkan tanaman milik pedagang lain.

“Ibaratnya kita hanya memindahkan barang, membantu memasarkan dari A ke customer, jadi lebih ringan modalnya,” katanya.

Sejak merantau ke Lombok dari Sragen 15 tahun lalu, Indah merintis usahanya di bidang anggrek. Ia melihat peluang budidaya anggrek yang saat itu banyak peminatnya, namun penyedia produknya masih sedikit.

Sejak saat itu, Indah mencoba untuk merambah dunia anggrek sebagai reseller untuk dijual lagi di event Car-Free Day. Karena laris, ia bisa mendapatkan kepercayaan dari pedagang tanaman tempatnya kulakan.

Hindari Pinjam Modal Sebelum Usaha Berjalan

Selain itu, tips Indah kepada perintis UMKM adalaj jangan buru-buru meminjam modal usaha dari pihak ketiga. Menurutnya, langkah tersebut kurang tepat karena pelaku UMKM belum merasakan pemasukan apa-apa namun sudah "minus".

"Jadi bukannya dia bisa berkembang, hidupnya malah habis untuk bayar utang mulu, gitu," tuturnya.

Indah juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan sebelum mencari tambahan modal. Sepengalamannya, pemodal tidak akan mau memberikan pinjaman kepada UMKM yang tidak jelas manajemen usahanya.

Kejelasan manajemen usaha UMKM meliputi tak hanya struktur organisasi. Bagi Indah, kejelasan produk usaha, pembukuan lalu lintas kas, pencatatan stok, serta jalur pemasaran sangat menentukan tingkat kepercayaan UMKM.

“Orang akan memberikan suntikan modal kalau mereka percaya. Nah, kita harus tunjukkan dulu kalau usaha kita jelas,” ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....