Ponpes Al-Ashfiya Luluskan 33 Hafiz dan Hafizah Melalui Tradisi Bekarah
- 19 Feb 2025 06:21 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Barat: Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ashfiya, yang berlokasi di Dusun Manggong, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, sukses meluluskan 33 santri dan santriwati penghafal Al-Qur’an pada Minggu (16/2/2025).
Kelulusan tersebut dirangkaikan dengan tradisi Bekarah, yaitu sebuah acara adat yang menjadi simbol penghormatan kepada para guru mengaji. Dalam acara ini, santri dan santriwati yang telah lulus menyerahkan dulang atau seserahan berisi makanan kepada ustadz dan ustadzah serta tamu undangan yang hadir. Selain itu, mereka juga memberikan taekan atau sedekah sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas ilmu yang telah diberikan oleh para pengajar.
Acara kelulusan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Kepala Desa, Kepala Dusun, serta para orang tua santri.
Pengasuh Ponpes Al-Ashfiya, H. Mariadi Idris, menyampaikan bahwa acara Bekarah ini merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan di Ponpes Al-Ashfiya.
“Kali ini kita sudah menamatkan 33 santri dan santriwati. Tradisi Bekarah ini menjadi bagian dari upaya kita untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan di Desa Batu Kumbung,” ujar H. Mariadi.
Ia menambahkan bahwa Desa Batu Kumbung ke depannya akan dikembangkan sebagai desa wisata syariah, sehingga keberadaan tradisi Bekarah bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Irman Sumantri, menyatakan bahwa tradisi Bekarah yang dilakukan oleh Ponpes Al-Ashfiya berpotensi dikembangkan sebagai event wisata tahunan.
“Ke depan, acara Bekarah ini bisa dikoneksikan dengan berbagai event budaya, kuliner, dan wisata tirta di Batu Kumbung, sehingga menjadi acara yang lebih besar dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelas Irman.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Desa Batu Kumbung, Pengasuh Ponpes Al-Ashfiya, serta masyarakat setempat yang terus menjaga tradisi ini. Menurutnya, pelestarian budaya lokal seperti Bekarah dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata yang berkelanjutan di Lombok Barat.
Dengan kelulusan 33 hafiz dan hafizah tahun ini, Ponpes Al-Ashfiya kembali menunjukkan perannya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas, sekaligus turut melestarikan budaya dan tradisi khas Lombok Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....