Perda Penanggulangan Bencana, LOB Ministries Dorong Keterlibatan Semua Elemen
- 15 Sep 2026 11:10 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Penanggulangan bencana di daerah dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dengan mengoptimalkan seluruh potensi komunitas lokal secara menyeluruh. Hal tersebut ditegaskan oleh Manager LOB Ministries Pdt. Avoda R. Pengalaman Bago dalam Workshop Pembahasan Draft Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Penanggulangan Bencana yang digelar BPBD Nias Selatan, Kamis, 10 September 2026 di Aula Baithani, Teluk Dalam.
Sektor keagamaan dan lembaga adat menurutnya menyimpan potensi amat besar yang selama ini belum terintegrasi secara maksimal dalam sistem penanggulangan bencana. Oleh karena itu Pemerintah Daerah diharapkan mampu menyinkronkan peran komunitas berbasis iman dan struktur adat guna memperkuat ketahanan masyarakat.
"Yang belum bisa dimaksimalkan adalah pelibatan komunitas berbasis Iman (Agama). Ini potensi yang paling besar pengaruhnya terkait isu kebencanaan, bagaimana mensikronkan antara lembaga adat dan Agama," ujarnya dalam workshop tersebut.
Di sisi lain, ia mengemukakan, fokus perlindungan utama saat bencana harus difokuskan pada kelompok rentan yang mencakup lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit. Pendataan yang akurat terhadap keberadaan anak-anak dalam kategori rentan ini menjadi kunci krusial agar intervensi darurat tepat sasaran.
Sektor pendidikan juga disorot sebagai pilar strategis yang tidak boleh diabaikan dalam pembentukan regulasi penanggulangan bencana. Peran aktif para Guru di sekolah hingga keterlibatan akademisi di Perguruan Tinggi perlu dioptimalkan untuk mengedukasi serta membangun kesiapsiagaan masyarakat.
"Sekolah adalah kekuatan yang tidak bisa diabaikan. Bagaimana peran Guru di dalamnya termasuk Perguruan Tinggi," ungkapnya
Pdt. Avoda Bago berharap lenyusunan Ranperda tersebut mampu merespons spektrum ancaman yang kian meluas dan tidak hanya terbatas pada bencana alam semata. Regulasi baru tersebut juga harus mengantisipasi ancaman non-fisik yang kian mengintai, seperti krisis keamanan digital dan maraknya penyalahgunaan narkoba.
Ia juga menuturkan lengalaman lembaga tersebut dalam melatih satuan tugas (satgas) desa serta pelaksanaan simulasi bersama BPBD terbukti efektif memetakan kesiapan warga. Model pembinaan berbasis desa ini dinilai layak diakomodir dalam Perda agar dapat dijadikan percontohan dan lokasi studi banding bagi wilayah lain.
Selain itu, manajemen dapur umum perlu dikelola secara sistematis dengan memberdayakan para kader perempuan dan petugas Posyandu di tingkat lokal. Keterlibatan aktif ibu-ibu ini sangat vital untuk memastikan pemenuhan gizi serta kebutuhan spesifik anak-anak saat situasi darurat bencana terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....